
Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut realisasi penyerapan gabah petani setara beras telah mencapai 3,3 juta ton sepanjang semester pertama 2026 untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan menjaga stabilitas pangan nasional.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, "Realisasi penyerapan setara beras dari produksi dalam negeri yang dilaksanakan selama semester pertama ini telah mencapai sebanyak 3,3 juta ton."
Penyerapan gabah tersebut dilakukan melalui Perum Bulog sebagai pelaksana penugasan pemerintah untuk menjaga harga gabah di tingkat petani tetap stabil sekaligus memastikan ketersediaan CBP dalam kondisi aman guna memenuhi kebutuhan nasional.
Pemerintah mencatat produksi beras dalam negeri selama Januari hingga Juni 2026 diproyeksikan melampaui kebutuhan konsumsi nasional sehingga menciptakan surplus produksi.
Meski terjadi surplus, pemerintah tetap mengantisipasi agar harga gabah di tingkat petani tidak mengalami penurunan yang terlalu dalam melalui kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) minimal Rp6.500 per kilogram yang dijalankan oleh Perum Bulog.
Andi Amran Sulaiman menegaskan, "Harga gabah kita jaga. HPP gabah yang ditetapkan pemerintah yang membuat petani bahagia, itu Rp6.500 per kilo."
Produksi Beras Melampaui Kebutuhan Konsumsi
Data Bapanas menunjukkan total produksi beras pada triwulan pertama atau Januari hingga Maret 2026 mencapai 9,63 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi beras sebesar 7,76 juta ton.
Surplus produksi pada triwulan pertama tercatat sebesar 1,86 juta ton.
Bulog telah menyerap setara beras sebanyak 1,46 juta ton selama periode tersebut.
Masih terdapat surplus sekitar 400,8 ribu ton yang dapat diserap oleh pihak swasta sebagai tambahan stok.
Pada triwulan kedua atau April hingga Juni 2026, produksi beras diperkirakan mencapai 9,64 juta ton dengan kebutuhan konsumsi sebesar 7,72 juta ton.
Surplus produksi terhadap konsumsi pada triwulan kedua diperkirakan mencapai 1,92 juta ton.
Bulog telah menyerap setara beras sebanyak 1,83 juta ton sepanjang April hingga Juni 2026.
Secara keseluruhan selama Januari hingga Juni 2026, total produksi beras diperkirakan mencapai 19,27 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi mencapai 15,48 juta ton.
Surplus produksi terhadap konsumsi selama semester pertama 2026 mencapai 3,79 juta ton.
Realisasi penyerapan setara beras oleh Bulog mencapai 3,3 juta ton.
Masih terdapat surplus sekitar 483,9 ribu ton yang dapat diserap oleh pihak swasta untuk menambah stok beras mereka.
Stok Beras Nasional Dipastikan Aman Hadapi Musim Kering
Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan pangan Indonesia siap menghadapi musim kekeringan pada tahun ini.
Stok beras nasional, termasuk Cadangan Beras Pemerintah, saat ini mencapai sekitar 5 juta ton.
Amran menyebut keberhasilan menjaga ketahanan pangan juga tercermin dari meningkatnya kesejahteraan petani.
Nilai Tukar Petani Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) pada Juni 2026 tercatat sebesar 114,65 atau naik 0,86 dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan NTPP didorong oleh meningkatnya indeks harga yang diterima petani padi dan palawija.
Indeks harga padi tercatat mencapai 149,65 yang menjadi level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
- Penulis :
- Shila Glorya
- Editor :
- Shila Glorya





