HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenpar Perkuat Promosi dan Ekosistem Pariwisata untuk Dorong Pertumbuhan Wisatawan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenpar Perkuat Promosi dan Ekosistem Pariwisata untuk Dorong Pertumbuhan Wisatawan
Foto: (Sumber :Arsip - Foto udara kelompok Nagari Pasa dan Subarang menggiring dua Tabuik ke laut saat puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik 2026 di Pantai Gandoriah, Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (28/6/2026). Ratusan ribu warga menyaksikan puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenpar 2026 tersebut. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/sgd)

Pantau - Kementerian Pariwisata terus memperkuat promosi pariwisata di dalam dan luar negeri serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Promosi Diperluas untuk Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan promosi menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan permintaan pasar dan memperluas akses wisata Indonesia.

“Promosi ini penting untuk menjaga keberlanjutan permintaan pasar, memperkuat jejaring industri, membuka akses pasar baru, dan memastikan momentum pertumbuhan wisatawan mancanegara terus terjaga,” ungkapnya.

Menurut Widiyanti, promosi dilakukan melalui berbagai kegiatan sales mission, business matching, business gathering, forum, dan pameran internasional.

Sepanjang Mei hingga Juni 2026, Kementerian Pariwisata mengikuti kegiatan promosi di Tiongkok, Korea Selatan, India, dan Malaysia untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.

Selain itu, promosi pariwisata dalam negeri juga terus diperkuat untuk mendorong peningkatan perjalanan wisatawan nusantara.

Dari rangkaian promosi tersebut tercatat potensi perjalanan sebanyak 36.807 pax, potensi transaksi sebesar Rp7,27 miliar, serta potensi devisa mencapai Rp559,48 miliar.

KEN 2026 dan Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan penguatan ekosistem pariwisata juga dilakukan melalui penyelenggaraan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang mendukung 125 event daerah di 38 provinsi.

Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 36 event telah selesai dilaksanakan, dua event sedang berlangsung, dan 87 event dijadwalkan hingga akhir tahun.

Dari 23 event yang telah dikaji dampaknya, kegiatan tersebut berhasil menarik 1,34 juta pengunjung, mencatat transaksi ekonomi langsung sebesar Rp90,53 miliar, melibatkan 10,61 ribu UMKM, 23,59 ribu pekerja seni, serta membuka lapangan kerja bagi 20,27 ribu tenaga kerja.

“Momentum penyelenggaraan KEN yang banyak berlangsung pada musim liburan menjadi penting karena mampu menggerakkan perjalanan wisatawan, meningkatkan eksposur destinasi, dan memberikan dampak langsung bagi ekonomi masyarakat di daerah,” ujarnya.

Kementerian Pariwisata juga memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk percepatan pengembangan empat Destinasi Pariwisata Prioritas Percepatan, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo, beserta penguatan konektivitas penerbangan dan promosi terpadu.

Dalam menghadapi masa liburan sekolah, Kemenpar menerbitkan Surat Edaran Menteri Pariwisata tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan serta mendorong pemerintah daerah memperbarui data destinasi wisata rawan bencana.

Hingga 25 Mei 2026, sebanyak 5.145 daya tarik wisata di 36 provinsi telah dipetakan berdasarkan tingkat kerawanannya, sementara 139 destinasi telah ditinjau langsung untuk memastikan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan bagi wisatawan.

Penulis :
Ahmad Yusuf