
Pantau - Institute for Development of Economics and Finance menilai penerapan biodiesel B50 dapat membantu memperkuat neraca perdagangan Indonesia dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.
Pengamat Ekonomi Indef Andry Satrio mengatakan setiap liter Fatty Acid Methyl Ester dapat menggantikan satu liter solar fosil sehingga memberikan penghematan impor energi.
Ia mengungkapkan, "B50 membantu neraca perdagangan dengan cara memotong impor BBM. Setiap liter Fatty Acid Methyl Ester (FAME) menggantikan satu liter solar fosil, dan pada harga distilat hari ini yang sekitar 138 dolar AS per barel, penghematannya bernilai sekitar 0,80 dolar AS sampai 0,87 dolar AS per liter."
Harga Solar Dunia Perbesar Nilai Penghematan
Andry menjelaskan nilai penghematan menjadi besar karena harga solar dunia masih tinggi meskipun harga minyak mentah telah turun ke sekitar 72 dolar AS per barel.
Menurutnya, harga solar tidak ikut turun akibat gangguan pasokan distilat di Selat Hormuz.
Kondisi tersebut membuat selisih antara harga minyak mentah dan produk olahannya atau crack spread melonjak menjadi sekitar 70 hingga 75 persen dari nilai satu barel minyak mentah, dibandingkan sekitar 27 persen pada awal tahun.
Pemerintah Dorong Pengembangan Biodiesel Lebih Tinggi
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta ilmuwan dan perguruan tinggi terus mengembangkan riset energi terbarukan agar Indonesia tidak berhenti pada penerapan mandatori B50.
Pemerintah menilai pengembangan biodiesel menuju tingkat campuran yang lebih tinggi merupakan bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi nasional.
Prabowo juga menyebut penerapan B50 telah memberikan dampak signifikan, termasuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memanfaatkan sumber daya alam nasional bagi penguatan ketahanan energi dan kesejahteraan masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





