HOME  ⁄  Ekonomi

NYT Sebut Dugaan Mossad Rekrut Ahmadinejad untuk Gulingkan Pemerintah Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

NYT Sebut Dugaan Mossad Rekrut Ahmadinejad untuk Gulingkan Pemerintah Iran
Foto: (Sumber :Arsip foto - Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad menyampaikan keterangan saat konferensi pers di sela kegiatan "Bali Democracy Forum (BDF) V", Nusa Dua, Bali, Kamis (8/11). ANTARA/Nyoman Budhiana/pri..)

Pantau - The New York Times melaporkan dugaan bahwa badan intelijen Israel, Mossad, merekrut mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad secara rahasia sebagai bagian dari upaya menggulingkan pemerintahan Iran, mengutip sejumlah sumber dari Amerika Serikat dan Iran.

Laporan Ungkap Dugaan Pertemuan Rahasia

Menurut laporan yang diterbitkan pada Senin, Ahmadinejad beberapa kali mengunjungi Hungaria sepanjang 2024 dan 2025 dengan alasan menghadiri konferensi iklim di Ludovika University of Public Service.

Di sela kunjungan tersebut, ia diduga mengadakan pertemuan rahasia dengan mantan Kepala Mossad David Barnea dan sejumlah agen intelijen Israel.

Pejabat Amerika Serikat yang dikutip The New York Times juga menyebut Israel diduga membiayai perjalanan serta akomodasi Ahmadinejad selama pertemuan itu berlangsung.

Laporan tersebut turut mengklaim Ahmadinejad berupaya mengubah citranya agar lebih dapat diterima negara-negara Barat dengan mengenakan setelan jas, merapikan janggut, menjalani perawatan botoks, dan mulai mempelajari bahasa Inggris.

Disebut Berada dalam Tahanan Rumah

The New York Times melaporkan operasi tersebut mencapai puncaknya pada akhir Februari 2026 ketika serangan udara Israel menghantam kediaman Ahmadinejad di Teheran.

Laporan itu juga menyebut Ahmadinejad kemudian diduga dievakuasi oleh agen Mossad menggunakan mobil Peugeot berwarna hitam.

Sejumlah narasumber tinggi Iran yang dikutip surat kabar tersebut menyatakan Ahmadinejad kini berada dalam tahanan rumah oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Mereka menyebut badan intelijen Iran berhasil mengungkap dugaan hubungan Ahmadinejad dengan Israel setelah peristiwa pada Februari sehingga mantan presiden itu hampir tidak lagi muncul di hadapan publik.

Sumber yang dekat dengan Ahmadinejad mengatakan ia mulai kecewa terhadap sistem politik Iran setelah tiga kali didiskualifikasi sebagai calon presiden.

Laporan tersebut juga mengklaim Ahmadinejad pernah menyampaikan secara tertutup bahwa apabila kembali berkuasa, ia akan mengakui Israel melalui Abraham Accords.

Ahmadinejad menjabat sebagai Presiden Iran pada 2005 hingga 2013 dan setelah masa jabatannya berakhir beberapa kali berupaya kembali mencalonkan diri, namun selalu didiskualifikasi.

Penulis :
Ahmad Yusuf