HOME  ⁄  Ekonomi

Pemprov Kalsel dan Kementan Percepat Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produksi Padi hingga Dukung Swasembada Pangan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemprov Kalsel dan Kementan Percepat Pertanian Modern untuk Tingkatkan Produksi Padi hingga Dukung Swasembada Pangan
Foto: Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman bersama jajaran Kementan saat sosialisasi perluasan tanam PM-AAS di Banjarbaru (sumber: ANTARA/Firman)

Pantau - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan menyepakati percepatan pelaksanaan program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) guna meningkatkan produksi padi di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari program nasional perluasan tanam satu juta hektare.

Percepatan PM-AAS untuk Capai Target Perluasan Tanam

Kesepakatan tersebut disampaikan dalam sosialisasi perluasan tanam PM-AAS di Banjarbaru pada Rabu dengan target perluasan tanam di Kalimantan Selatan mencapai 16.040 hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan Syamsir Rahman mengungkapkan, "Keberhasilan program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) membutuhkan kolaborasi, integritas, serta mitigasi risiko yang baik."

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan terus berupaya merealisasikan target tersebut melalui penetapan hamparan lahan yang potensial, penyediaan benih, kesiapan sistem irigasi, pengembangan lokasi percontohan, serta mengadopsi praktik baik yang telah diterapkan di Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tabalong.

Langkah tersebut diharapkan mampu merealisasikan target perluasan tanam, meningkatkan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung tercapainya swasembada pangan nasional.

Syamsir Rahman menyampaikan produksi padi Kalimantan Selatan pada 2025 telah mencapai lebih dari 1,2 juta ton dengan luas panen sebesar 290.332 hektare.

Pada 2026, produksi padi ditargetkan meningkat melalui program cetak sawah baru seluas 30.000 hektare.

Dari total cetak sawah baru tersebut, sebanyak 16.040 hektare akan dikembangkan melalui program PM-AAS.

Dukungan Benih Unggul dan Teknologi Pertanian Modern

Pelaksana Tugas Kepala BRMP Kalimantan Selatan Wahida Annisa Yusuf menjelaskan bahwa program PM-AAS menerapkan metode tanam benih langsung menggunakan drum seeder.

Program tersebut didukung Kementerian Pertanian melalui bantuan benih unggul, alat dan mesin pertanian (Alsintan), serta prasarana pendukung untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

Wahida Annisa Yusuf menegaskan kesiapan petani, pendampingan oleh penyuluh, pengelolaan tata air, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan PM-AAS.

Kepala BPSB-TPH Provinsi Kalimantan Selatan Zainul Arifin menyatakan kesiapan menyediakan benih bermutu yang akan disesuaikan dengan kebutuhan para petani.

Penulis :
Leon Weldrick