
Pantau - Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University Hariyadi menilai penerapan ekonomi sirkular di industri kelapa sawit perlu diperkuat untuk menjawab tantangan ekonomi, lingkungan, dan sosial sekaligus meningkatkan nilai tambah dari biomassa sawit.
Biomassa Sawit Dinilai Miliki Potensi Ekonomi Besar
Hariyadi menjelaskan salah satu bentuk penerapan ekonomi sirkular adalah mengoptimalkan biomassa sawit, seperti pelepah, batang kelapa sawit, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), cangkang, serat sawit, hingga limbah cair pabrik sawit atau palm oil mill effluent (POME).
Ia mengungkapkan, "Perkembangan areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia sangat spektakuler, saat ini tercatat mencapai 16,83 juta hektare. Oleh karena itu, pengelolaan kelapa sawit harus dilakukan secara berkelanjutan."
Menurutnya, luas perkebunan tersebut menghasilkan potensi biomassa sawit sekitar 261,7 juta ton bahan kering per tahun sehingga menempatkan Indonesia sebagai produsen biomassa sawit terbesar di dunia.
Hariyadi menilai penerapan ekonomi sirkular pada biomassa sawit mampu meningkatkan nilai tambah hingga delapan sampai sembilan kali lipat melalui pemanfaatan sebagai bahan baku kompos, pupuk organik, bahan bakar pembangkit listrik biomassa, hingga material campuran semen dan konstruksi.
Ia mengungkapkan, "Pemanfaatan biomassa sawit tersebut tidak hanya mendukung ketahanan energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di sektor industri hilir."
Tantangan dan Dukungan Pengembangan Industri Sawit
Hariyadi mengatakan optimalisasi limbah sawit akan menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan nasional.
Ia mengungkapkan, "Oleh karena itu optimalisasi limbah kelapa sawit akan memberikan nilai ekonomi baru."
Namun, menurutnya, penerapan ekonomi sirkular masih menghadapi tantangan berupa tingginya investasi awal, keterbatasan teknologi pemanfaatan limbah, biaya logistik, serta belum kuatnya pasar produk turunan dan dukungan regulasi.
Sementara itu, Pengajar dan Peneliti Pusat Studi Sawit IPB University Siti Nikmatin menyatakan BPDP memiliki peran penting dalam mendorong riset penerapan ekonomi sirkular di industri sawit.
Nikmatin mengungkapkan, "Produk turunan berbahan dasar limbah kelapa sawit bisa mendukung kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi."
Ia menambahkan, "Sudah ada bukti nyata bahwa BPDP mendukung penelitian inovatif untuk kemajuan sawit di Indonesia."
- Penulis :
- Aditya Yohan





