
Pantau - Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjalankan program perawatan terhadap 51 mesin perawatan jalan rel pada 2026 untuk mendukung keselamatan dan keandalan jalur kereta api di seluruh Pulau Jawa.
Perawatan Mesin Dukung Keselamatan Perjalanan Kereta
Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan yang berlokasi di Kota Cirebon menangani perawatan berkala, perbaikan, pengujian fungsi, hingga peningkatan kemampuan teknis mesin perawatan jalan rel atau Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR).
Hingga 17 Juli 2026, sebanyak 22 unit atau 43,1 persen mesin telah selesai menjalani perawatan, tujuh unit masih dalam proses, dan 22 unit lainnya dijadwalkan menjalani perawatan berikutnya.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan mesin perawatan jalan rel memiliki peran penting dalam menjaga kondisi jalur tetap sesuai standar teknis.
Anne Purba mengungkapkan, “Perjalanan kereta api yang aman memerlukan kondisi rel yang stabil dan sesuai standar teknis. Mesin perawatan jalan rel membantu menjaga kondisi tersebut. Karena itu, setiap mesin perlu dipastikan andal sebelum kembali digunakan di lintas.”
Mesin tersebut digunakan untuk mengangkat dan meluruskan rel, memadatkan batu balas, membentuk profil batu balas, serta menstabilkan jalur setelah proses perawatan.
Didukung Puluhan Pekerja dan Standar Keselamatan
Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan melayani kebutuhan perawatan mesin bagi Daop 1 Jakarta hingga Daop 9 Jember.
Fasilitas ini didukung 48 pekerja yang menangani proses perencanaan, pembongkaran komponen, perbaikan, pemasangan kembali, pengujian, hingga pengendalian mutu.
Anne Purba mengatakan, “Setiap mesin mempunyai fungsi yang berbeda. Ada mesin yang mengoreksi posisi rel, memadatkan batu balas, menata material di sekitar bantalan, dan membantu pekerjaan pada wesel. Seluruh fungsi tersebut saling mendukung agar jalur tetap aman dilewati kereta api.”
Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan juga menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015.
Anne Purba mengungkapkan, “Keandalan mesin sangat bergantung pada ketelitian dan kompetensi pekerja. Setiap tahapan harus dilakukan sesuai prosedur, mulai dari pemeriksaan awal, perbaikan komponen, pemasangan, hingga pengujian sebelum mesin dinyatakan siap digunakan.”
Hingga April 2026, Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan mencatat nol kecelakaan kerja, nol pencemaran lingkungan, dan nol keterlambatan proses perawatan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





