
Pantau - Kementerian Perdagangan menyatakan produk bioteknologi dan kesehatan Indonesia membuka peluang lebih luas di pasar Taiwan setelah mencatat potensi transaksi sebesar 2 juta dolar AS atau sekitar Rp34 miliar pada pameran Biotechnology Innovation Organization (BIO) Asia-Taiwan 2026.
Potensi Transaksi Capai Rp34 Miliar
Potensi transaksi tersebut diraih dalam pameran BIO Asia-Taiwan 2026 yang berlangsung di Taipei Nangang Exhibition Center, Taipei, Taiwan, pada 16-19 Juli 2026.
Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei Arif Sulistiyo mengatakan, "Indonesia membuka peluang akses pasar dan kolaborasi serta memperkuat jejaring dengan pelaku industri global."
Ia melanjutkan, "Kami optimistis produk farmasi dan kesehatan Indonesia memiliki kualitas dan daya saing untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri farmasi dan kesehatan global."
Menurut Arif, keikutsertaan Indonesia dalam pameran tersebut menjadi langkah strategis untuk mempromosikan produk, memperkenalkan kapasitas industri farmasi nasional, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kesehatan global.
Tujuh Perusahaan Indonesia Ikut Pameran
Kemendag melalui KDEI Taipei menghadirkan tujuh perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang farmasi, bahan baku farmasi, jasa laboratorium kesehatan, hingga alat kesehatan.
Produk berbasis bioteknologi, ekstrak herbal, produk farmasi, produk kesehatan berbahan alami, serta jasa laboratorium kesehatan mendapat apresiasi dari para pengunjung pameran.
Arif mengatakan, "Melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, kami optimistis Indonesia dapat terus memperluas akses pasar ekspor, meningkatkan nilai perdagangan, serta memperkuat kerja sama internasional di sektor bioindustri dan kesehatan."
- Penulis :
- Aditya Yohan





