HOME  ⁄  Ekonomi

Pengamat UI Menilai Kesejahteraan Finansial Menjadi Tantangan Baru di Era Digitalisasi Keuangan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pengamat UI Menilai Kesejahteraan Finansial Menjadi Tantangan Baru di Era Digitalisasi Keuangan
Foto: (Sumber :Pembeli melakukan pembayaran menggunakan Kode Respons Cepat Standar (QRIS) pada festival kuliner di GOR Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (1/7/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc..)

Pantau - Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Heru Sutadi menilai tantangan utama sektor keuangan saat ini bukan lagi memperluas digitalisasi layanan, melainkan membangun financial wellness atau kesejahteraan finansial masyarakat agar transformasi digital mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi.

Heru mengatakan penggunaan layanan keuangan digital, seperti dompet digital, QRIS, dan investasi digital, terus meningkat terutama di kalangan anak muda, namun kemudahan akses tersebut harus diimbangi dengan pemanfaatan yang bijak dan produktif.

Literasi Keuangan Masih Menjadi Pekerjaan Rumah

Heru menilai meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap investasi dan perencanaan keuangan didorong oleh akses informasi yang semakin luas.

Namun, menurutnya, tingginya penggunaan layanan keuangan digital belum sepenuhnya mencerminkan peningkatan literasi keuangan masyarakat.

"Tantangannya kini bukan lagi mendorong adopsi, melainkan memastikan penggunaan layanan tersebut dilakukan secara bijak, aman, dan produktif sehingga benar-benar meningkatkan kesejahteraan finansial," ungkap Heru.

Ia menjelaskan literasi keuangan tidak hanya diukur dari kemampuan menggunakan aplikasi digital, tetapi juga kemampuan menyusun anggaran, menabung secara rutin, berinvestasi sesuai profil risiko, serta memahami manfaat dan risiko setiap produk keuangan.

"Masih banyak yang terjebak gaya hidup konsumtif, penggunaan paylater berlebihan, atau investasi tanpa memahami risikonya. Karena itu, literasi keuangan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperkuat," ujarnya.

Perbankan Didorong Bangun Ekosistem Keuangan yang Sehat

Heru mengatakan semakin banyak anak muda yang mampu mengelola keuangan secara sehat, semakin besar pula kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan tabungan, investasi, efisiensi transaksi digital, dan lahirnya wirausaha baru.

Ia menilai perbankan perlu bertransformasi dengan membangun ekosistem yang tidak hanya berfokus pada penyediaan aplikasi digital, tetapi juga menghadirkan fitur perencanaan keuangan, target menabung, investasi bertahap, serta pengingat pengelolaan keuangan yang terintegrasi.

Selain itu, Heru menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas, dan berbagai platform digital lebih efektif dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda dibandingkan hanya mengandalkan promosi atau insentif sesaat.

Penulis :
Aditya Yohan