HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Berpotensi Melemah, Investor Bersikap Wait and See Menjelang Pertemuan The Fed

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Berpotensi Melemah, Investor Bersikap Wait and See Menjelang Pertemuan The Fed
Foto: (Sumber :Pekerja mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wsj..)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak melemah pada perdagangan Senin di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), sementara IHSG dibuka turun 10,63 poin ke posisi 6.185,80.

Sentimen Global Masih Membayangi Pasar

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan IHSG diperkirakan bergerak dengan kisaran support di level 6.060 dan resistance di level 6.300.

Ia mengungkapkan, "IHSG diperkirakan bergerak cenderung melemah dengan kisaran support di level 6.060 dan resistance di level 6.300. Selama IHSG masih bertahan di atas area support 6.060, tekanan yang terjadi diperkirakan masih berupa koreksi yang wajar sebagai respons atas sentimen pasar.”

Menurut Hendra, penurunan harga minyak mentah berpotensi meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global, mengurangi tekanan kebijakan suku bunga bank sentral, serta memberi sentimen positif bagi inflasi domestik, neraca perdagangan, dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Ia mengatakan, "Terdapat sentimen positif yang berpotensi membatasi tekanan di pasar saham. Harga minyak mentah Brent yang sebelumnya sempat mendekati level 100 dolar AS per barel kini terkoreksi sekitar 4,5 persen ke kisaran 87 dolar AS per barel.”

Pelaku pasar pada pekan ini juga mencermati hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), arah kebijakan Bank of Japan, Bank of England, inflasi PCE Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026, data durable goods orders, rapat Politbiro China, serta PMI manufaktur China.

Pengunduran Diri Perry Warjiyo Jadi Sorotan

Hendra menilai pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia muncul di tengah tingginya volatilitas pasar global dan ketegangan geopolitik yang membuat investor cenderung bersikap hati-hati.

Ia menyebut penunjukan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia memberikan sinyal kesinambungan kebijakan moneter tetap terjaga.

Hendra mengungkapkan, “Hal tersebut juga tercermin dari pergerakan rupiah yang masih relatif stabil di kisaran Rp17.953 per dolar AS atau melemah sekitar 0,23 persen, sehingga menunjukkan bahwa pasar belum bereaksi secara berlebihan terhadap kabar tersebut.”

Pada perdagangan Jumat pekan lalu, bursa Eropa ditutup menguat, sementara bursa Wall Street bergerak variatif dan mayoritas bursa saham Asia pada perdagangan Senin pagi menunjukkan pergerakan yang beragam.

Penulis :
Ahmad Yusuf