
Pantau - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang memberlakukan sistem buka tutup operasional penyeberangan Ketapang-Gilimanuk menyusul kondisi angin kencang dan gelombang tinggi di Selat Bali yang masih berfluktuasi demi menjaga keselamatan pelayaran.
Operasional Disesuaikan dengan Kondisi Cuaca
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Arief Eko Kurniansjah mengatakan penyesuaian operasional dilakukan sebagai langkah mitigasi risiko agar setiap pelayaran memenuhi standar keselamatan.
Ia mengungkapkan, "Operasional penyeberangan hingga kini masih sangat bergantung pada perkembangan cuaca maritim, dan perubahan kecepatan angin dan tinggi gelombang yang terjadi sewaktu-waktu menyebabkan layanan dibuka dan ditutup secara situasional berdasarkan hasil pemantauan di lapangan dan rekomendasi otoritas."
Menurut Arief, operasional penyeberangan pada Rabu (29/7/2026) sempat dihentikan sementara sebelum kembali dibuka setelah kondisi cuaca dinyatakan aman.
Ia menegaskan, "Begitu kondisi membaik, dan dinyatakan aman oleh otoritas, layanan penyeberangan akan kembali dioperasikan secara bertahap."
Antrean Kendaraan Masih Terkendali
Arief menyampaikan antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang masih relatif terkendali meski zona penyangga di kawasan Bulusan mulai terisi.
Ia menjelaskan antrean di sisi Pelabuhan Gilimanuk juga masih berada di area manuver pelabuhan.
ASDP terus berkoordinasi dengan BMKG, KSOP Kelas III Tanjung Wangi, Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan BPTD Kelas II Jawa Timur, serta kepolisian untuk meminimalkan dampak terhadap pengguna jasa.
Arief mengatakan, "Kami dari ASDP juga menyiapkan armada tambahan untuk mempercepat penguraian antrean segera setelah kondisi cuaca kembali kondusif dan pelayaran dinyatakan aman."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



