HOME  ⁄  Ekonomi

Serangan AS ke Iran Dinilai Mempengaruhi Sentimen Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Serangan AS ke Iran Dinilai Mempengaruhi Sentimen Pergerakan Nilai Tukar Rupiah
Foto: (Sumber :ILUSTRASI uang dalam rupiah dan dolar serta grafik pasar saham. (ANTARA/Ardika/am.).)

Pantau - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyatakan sentimen terhadap pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran yang memicu kenaikan harga minyak dunia.

Pada perdagangan Jumat pagi, rupiah menguat 37 poin atau 0,20 persen menjadi Rp18.074 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp18.111 per dolar AS.

Ketegangan Geopolitik Dorong Sentimen Pasar

Josua mengungkapkan, “Lonjakan harga minyak dipicu oleh serangan militer AS terhadap Iran yang meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan memicu sentimen risk-off di pasar negara berkembang.”

Mengutip Anadolu, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu (29/7) malam dengan alasan membalas dugaan percobaan serangan Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah.

Serangan tersebut terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjanjikan respons "sangat keras" menyusul serangan drone terhadap kapal tanker LNG milik AS di Mesir.

Data Ekonomi AS Turut Menjadi Perhatian

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati perlambatan ekonomi Amerika Serikat setelah produk domestik bruto kuartal II-2026 tumbuh 1,5 persen secara quarter on quarter, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya maupun ekspektasi pasar.

Data pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Spending) pada Juni 2026 juga meningkat 0,3 persen secara month on month, lebih rendah dari bulan sebelumnya dan di bawah perkiraan pasar.

Josua mengatakan indikator inflasi pilihan The Fed, yakni PCE Price Index dan Core PCE Price Index, melandai menjadi masing-masing 3,7 persen dan 3,3 persen secara year on year.

Ia mengungkapkan, “Kami memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp18 ribu–18.125 per dolar AS pada hari ini.”

Penulis :
Aditya Yohan