HOME  ⁄  Ekonomi

BP Tapera Menilai Prospek Rumah Subsidi bagi MBR di Kawasan Industri Sangat Menjanjikan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BP Tapera Menilai Prospek Rumah Subsidi bagi MBR di Kawasan Industri Sangat Menjanjikan
Foto: (Sumber :Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjawab pertanyaan dari awak media di Batang, Jawa Tengah. (ANTARA/Aji Cakti).)

Pantau - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menilai prospek pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan industri sangat bagus karena mayoritas penerima manfaat merupakan buruh atau pekerja swasta.

Prospek Hunian Subsidi di Kawasan Industri

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan penilaian tersebut di Batang, Jawa Tengah, Jumat (31/7).

Ia mengungkapkan, "Saya kira sangat bagus, kalau kita lihat profiling-nya yang akses rumah subsidi dari sisi profesi 74 persennya buruh atau pekerja swasta."

Heru menjelaskan BP Tapera juga telah berdialog dengan Bupati Batang Faiz Kurniawan mengenai peluang pengembangan rumah subsidi di kawasan industri.

Ia mengungkapkan, "Jadi ini prospeknya juga sangat bagus bagaimana kita juga sudah dialog dengan Bupati Batang terkait kawasan industri. Misalkan kawasan industri itu punya tanah, bisa nggak kerja sama sama developer untuk didirikan hunian vertikal."

Skema tersebut dinilai dapat membuka peluang pembangunan hunian vertikal bersubsidi melalui kerja sama antara kawasan industri dan pengembang apabila tersedia lahan.

Buruh Jadi Penerima FLPP Terbanyak

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan buruh menjadi kelompok profesi terbanyak yang memanfaatkan alokasi rumah tapak bersubsidi pada tahun lalu.

Menurut data BP Tapera, pemerintah menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 278.868 unit rumah sepanjang 2025.

Dari jumlah tersebut, sekitar 66 ribu unit dimanfaatkan oleh kalangan buruh.

Maruarar menilai tingginya pemanfaatan tersebut menunjukkan semakin banyak buruh yang menyadari pentingnya memiliki rumah sebagai kebutuhan utama selain sandang dan pangan.

Ia juga mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mempersiapkan kepemilikan rumah sejak dini.

Pemerintah berharap penyaluran FLPP dan berbagai program pembiayaan rumah subsidi lainnya dapat terus meningkat pada tahun ini.

Sebagai bagian dari pengembangan tersebut, pemerintah tengah membangun rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Lippo Cikarang, Jawa Barat.

Proyek tersebut ditargetkan mulai memasuki tahap akad pembelian pada akhir tahun ini.

Pengembangan rumah subsidi di Meikarta direncanakan mencapai 141 ribu unit yang tersebar di tiga lokasi dengan luas total sekitar 30 hektare di atas lahan hibah dari Lippo Group.

Penulis :
Aditya Yohan