HOME  ⁄  Ekonomi

Menkes Ungkap Temuan Bakteri E. coli pada Kasus Keracunan MBG di Papua dan Semarang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menkes Ungkap Temuan Bakteri E. coli pada Kasus Keracunan MBG di Papua dan Semarang
Foto: (Sumber :Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. ANTARA/Livia Kristiant.)

Pantau - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap hasil pemeriksaan laboratorium menemukan bakteri E. coli pada sejumlah makanan dalam kasus keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua dan Semarang, Jawa Tengah, sehingga Kementerian Kesehatan memberikan masukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperbaiki pelaksanaan program tersebut.

Hasil Laboratorium Temukan Bakteri

Budi Gunadi mengatakan tim Kementerian Kesehatan langsung melakukan investigasi setelah muncul kasus keracunan dan hasil laboratorium telah mengidentifikasi adanya bakteri E. coli pada beberapa jenis makanan.

Ia mengungkapkan, "Begitu itu ada keracunan, tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah turun. Laporannya sudah ada, hasil labnya juga sudah ada, jadi memang kita identifikasi ada beberapa makanan yang ada bakteri E. coli-nya, bukan hanya semangka tapi ada beberapa makanan lain," ungkapnya.

Menurut Menkes, temuan tersebut telah disampaikan kepada BGN sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

BGN Perketat Pengawasan SPPG

Kepala BGN Sudaryono menegaskan kasus keracunan merupakan persoalan serius yang menyangkut keselamatan penerima manfaat sehingga pihaknya menargetkan tidak ada lagi kasus serupa.

Ia mengatakan, "Target saya adalah gimana caranya, apapun caranya, bagaimana caranya, itu kemudian nol. Case keracunannya," tegasnya.

Sudaryono menjelaskan hasil evaluasi menunjukkan salah satu penyebab kasus di Papua maupun Semarang adalah proses memasak yang dilakukan terlalu awal sehingga tidak sesuai dengan standar keamanan pangan.

Ia juga mengungkapkan, "Ini kan masalah kedisiplinan. Nah ini kita lagi cari formula. Kalau memang ada unsur-unsur lain, ya misalnya ada unsur kesengajaan, sabotase, dan lain-lain, kami tidak segan-segan untuk kemudian diperiksa oleh pihak kepolisian," katanya.

BGN juga menyoroti adanya kasus makanan MBG yang dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi bersama keluarga sehingga menjadi bagian dari evaluasi dan edukasi kepada penerima manfaat.

Ke depan, BGN bersama Kementerian Kesehatan akan memperkuat edukasi mengenai keamanan pangan, kandungan gizi, serta tata cara konsumsi makanan guna mencegah terulangnya insiden keracunan.

Penulis :
Aditya Yohan