
Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan kenaikan harga gabah ke level tertinggi dalam delapan tahun terakhir mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga inflasi beras tetap terkendali melalui penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan program stabilisasi pangan.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen.
"Pemerintah menjaga keseimbangan kepentingan petani dan konsumen. Di satu sisi, kesejahteraan petani padi terus meningkat dengan indeks harga yang diterima petani mencapai level tertinggi dalam delapan tahun terakhir," ungkap Amran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), indeks harga yang diterima petani pada Juli 2026 mencapai 151,10, menjadi level tertinggi dalam delapan tahun terakhir.
Amran mengatakan pemerintah saat ini memiliki Cadangan Beras Pemerintah sekitar 5,2 juta ton yang menjadi instrumen penting untuk menjaga keseimbangan pasokan, stabilitas harga, dan ketahanan pangan nasional.
Ia menegaskan harga gabah yang menguntungkan petani perlu dipertahankan agar petani tetap termotivasi menanam padi sehingga Indonesia dapat menjaga surplus produksi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor beras.
"(Kalau) petani berhenti tanam, kita (malah harus) impor seperti tahun 2023 dan 2024 (sampai) 7 juta ton. Tapi 2025 tidak ada impor medium, kita surplus," ujarnya.
Bapanas menyebut Perum Bulog telah menyerap 3,57 juta ton gabah petani melalui skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP) minimal Rp6.500 per kilogram untuk menopang harga di tingkat petani.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan pemerintah terus melakukan intervensi melalui penyaluran CBP guna menjaga keseimbangan harga beras di pasar.
"Gabah saat ini memang relatif sangat bagus bagi petani, tapi berdampak pada harga beras. Beras memang ada beberapa yang agak naik sedikit tapi cukup stabil. Tentu dukungan dari pemerintah tidak henti-hentinya. Jadi harga naik sedikit, tapi intervensi pemerintah terus-menerus. Ini seimbang sebenarnya," jelas Ketut.
Bapanas mencatat distribusi CBP pada Januari hingga Juli 2026 mencapai 1,45 juta ton yang terdiri dari program SPHP dan bantuan pangan, serta akan bertambah melalui penyaluran bantuan pangan tahap kedua sebanyak 997,2 ribu ton kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



