
Pantau - Distrik Nansha di Guangzhou, China, memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan lintas batas internasional dengan mengembangkan pelabuhan pintar, jaringan logistik global, layanan digital, serta berbagai inovasi kelembagaan.
Upaya tersebut menjadi sorotan saat tujuh jurnalis dari media negara-negara anggota APEC mengunjungi Guangdong dalam tur media internasional APEC China Year yang turut menyambangi Nansha.
Kunjungan ke Nansha diselenggarakan bersama oleh Pusat Berita dan Informasi Biro Guangdong Kantor Berita Xinhua serta Departemen Publisitas Komite Distrik Nansha PKT.
Para jurnalis melihat langsung Terminal Otomatis Fase IV Kawasan Pelabuhan Nansha yang mengoperasikan automated guided vehicles (AGV), derek dermaga otomatis, serta teknologi yang mendukung operasional selama 24 jam.
Puti Iylia Maisarah, jurnalis Kantor Berita Nasional Malaysia, mengatakan kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertamanya melihat terminal peti kemas yang sepenuhnya otomatis.
"Ke depan, konsumen China akan dapat menikmati durian Malaysia lebih cepat, sementara Malaysia akan memperoleh akses yang lebih cepat terhadap produk-produk berkualitas tinggi buatan China," ungkap Puti.
Editor Manager Online Thailand Surachai Picharttham juga menyoroti perkembangan teknologi yang ditemuinya selama kunjungan tersebut.
"Saya pernah berkunjung ke Guangzhou sebelumnya, tetapi kali ini saya melihat kemajuan teknologi kota ini yang jauh lebih pesat," kata Surachai.
Terminal Fase IV merupakan salah satu terminal peti kemas otomatis di Nansha yang mengintegrasikan transportasi sungai, laut, dan kereta api.
Pada semester pertama 2026, arus peti kemas di terminal tersebut meningkat 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Keandalan jadwal kapal tercatat mendekati 100 persen, sedangkan kapasitas puncak harian melampaui 18.000 TEUs dan rata-rata waktu pemrosesan truk peti kemas di gerbang turun 10,43 persen secara tahunan.
Sepanjang 2025, arus peti kemas di Kawasan Pelabuhan Nansha telah melampaui 22,6 juta TEUs.
Pelabuhan tersebut mengoperasikan lebih dari 180 rute pelayaran internasional yang menghubungkan lebih dari 300 pelabuhan di lebih dari 120 negara dan wilayah.
Jaringan logistik itu menjangkau sejumlah kawasan utama dunia, termasuk Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika Selatan.
Reformasi One Port Pass juga menghubungkan Pelabuhan Nansha dengan 22 terminal sungai di Guangdong serta empat pelabuhan kereta api daratan di sejumlah provinsi, termasuk Hunan dan Guizhou.
Sistem tersebut memungkinkan proses impor dan ekspor dilakukan melalui satu deklarasi, satu pemeriksaan, dan satu persetujuan pelepasan sehingga rata-rata waktu penyimpanan barang berkurang dari tujuh hari menjadi kurang dari dua hari.
Nansha juga telah membentuk Pusat Layanan Terpadu Nasional untuk Mendukung Perusahaan China Go Global dengan jaringan layanan yang mencakup 76 negara dan wilayah.
Pusat tersebut telah melayani 2.698 perusahaan dan membantu 385 perusahaan menyelesaikan prosedur pendaftaran bagi 602 proyek investasi luar negeri.
Nansha mengembangkan ekosistem layanan perdagangan lintas batas melalui delapan pilar utama, yakni kepabeanan, perpajakan, devisa, pembiayaan, pergudangan, sertifikasi, perdagangan, dan logistik.
Sejumlah perusahaan platform seperti SHEIN, Pinduoduo, Douyin, dan AliExpress telah menjalankan operasional di Nansha bersama pusat distribusi Asia-Pasifik milik sejumlah merek global.
General Manager Guangzhou Nansha Kaijian Foreign Trade Comprehensive Services Co., Ltd., Wang Haishi, menyebut teknologi blockchain digunakan untuk mengintegrasikan kontrak, faktur, modal, dan logistik dalam proses perdagangan lintas batas.
Integrasi tersebut memungkinkan proses perdagangan ditelusuri sekaligus meningkatkan efisiensi layanan pengembalian pajak, pembiayaan, dan penyelesaian transaksi.
Data resmi menunjukkan total perdagangan luar negeri Nansha pada 2025 mencapai 295,99 miliar yuan atau meningkat 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Nilai impor dan ekspor perdagangan elektronik lintas batas melalui Kawasan Berikat Komprehensif Nansha mendekati 74 miliar yuan dan menempati peringkat pertama di antara kawasan berikat komprehensif di China selama enam tahun berturut-turut.
Nansha turut memperkuat keterbukaan melalui kebijakan perpajakan dan reformasi investasi serta pembiayaan lintas batas.
Penerapan tarif preferensial pajak penghasilan badan sebesar 15 persen dan kebijakan pajak penghasilan orang pribadi telah menghasilkan penghematan pajak kumulatif masing-masing sebesar 2,32 miliar yuan dan 150 juta yuan.
Melalui akun Free Trade (FT), perbankan menyediakan solusi pengelolaan risiko nilai tukar bagi perusahaan perdagangan yang disebut mampu menurunkan rata-rata biaya transaksi valuta asing sebesar 3 hingga 5 persen.
Sebanyak 30 perusahaan juga telah menyelesaikan transaksi akun modal dengan nilai total 546 juta dolar AS.
Otoritas kepabeanan, imigrasi, dan instansi terkait turut menerapkan sejumlah inovasi pengawasan untuk mempercepat arus perdagangan lintas batas.
Ia berharap Indonesia dan China dapat semakin memperkuat pertukaran teknologi dan berbagi pengetahuan untuk mencapai manfaat bersama serta kerja sama yang saling menguntungkan.
Pengembangan pelabuhan pintar, perdagangan digital, inovasi kelembagaan, dan pengelompokan industri tersebut diarahkan untuk memperkuat Nansha sebagai pusat perdagangan lintas batas yang menghubungkan China dengan pasar Asia-Pasifik dan global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



