HOME  ⁄  Ekonomi

KAI Group Layani 307,86 Juta Pelanggan, Pengguna Transportasi Rel Naik 8,32 Persen

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KAI Group Layani 307,86 Juta Pelanggan, Pengguna Transportasi Rel Naik 8,32 Persen
Foto: (Sumber :Ilustrasi - aktivitas di stasiun KA.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat KAI Group melayani 307.860.743 pelanggan sepanjang Januari hingga Juli 2026 atau meningkat 8,32 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 284.202.884 pelanggan.

Pertumbuhan pelanggan terjadi pada berbagai layanan berbasis rel, mulai dari KA Jarak Jauh dan Lokal, KAI Commuter, LRT Jabodebek, KAI Wisata, KA Makassar–Parepare, KAI Bandara, hingga Whoosh yang dikelola KCIC.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya peran transportasi berbasis rel dalam memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat.

"Setiap layanan memiliki fungsi yang saling melengkapi. Ketika perjalanan antarkota terhubung dengan transportasi perkotaan, bandara, layanan regional, perjalanan premium dan kereta cepat, masyarakat memiliki semakin banyak pilihan untuk menyusun perjalanan sesuai kebutuhannya. Konektivitas ini yang terus diperkuat KAI Group," ujar Anne.

KA Jarak Jauh dan Lokal KAI melayani 35.257.646 pelanggan selama Januari-Juli 2026 atau meningkat 7,63 persen dari 32.758.315 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

KAI Commuter mencatat jumlah pelanggan terbesar dengan mencapai 242.932.764 orang atau naik 6,65 persen dibandingkan 227.781.787 pelanggan pada Januari-Juli 2025.

LRT Jabodebek mencatat pertumbuhan 20,96 persen dari 15.772.638 pelanggan menjadi 19.079.347 pelanggan selama tujuh bulan pertama 2026.

Layanan KAI Wisata mengalami pertumbuhan 49,95 persen dengan melayani 188.860 pelanggan dibandingkan 125.945 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

KAI Wisata menyediakan sejumlah layanan perjalanan premium, antara lain Kereta Luxury, Kereta Panoramic, Kereta Istimewa, dan Kereta Wisata.

KA Makassar–Parepare di Sulawesi melayani 206.651 pelanggan atau meningkat 13,62 persen dibandingkan 181.876 pelanggan pada Januari-Juli 2025.

KAI Bandara juga melayani 4.073.492 pelanggan atau tumbuh 0,20 persen dibandingkan 4.065.417 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.

LRT Sumsel tercatat melayani 2.604.587 pelanggan sepanjang Januari-Juli 2026 dengan jaringan 13 stasiun yang menghubungkan kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II hingga DJKA.

Sementara itu, Whoosh yang dikelola KCIC melayani 3.517.396 pelanggan atau meningkat 0,01 persen dibandingkan 3.516.906 pelanggan pada Januari-Juli 2025.

Whoosh menjadi layanan kereta cepat yang memperpendek waktu perjalanan Jakarta-Bandung sekaligus memperluas pilihan transportasi antarkota berbasis rel.

Anne mengatakan keberagaman layanan KAI Group membentuk ekosistem transportasi yang menghubungkan perjalanan perkotaan, antarkota, bandara, kawasan regional, hingga layanan berkecepatan tinggi.

"Semakin terhubung layanan transportasi publik, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Perjalanan menjadi lebih mudah, akses menuju pusat ekonomi dan berbagai wilayah semakin terbuka, serta aktivitas sosial dan ekonomi dapat berlangsung dengan konektivitas yang lebih baik," tutup Anne.

Penulis :
Ahmad Yusuf