HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Siapkan Jalur Darat, Laut, dan Udara untuk Percepat Distribusi Pangan Pascagempa NTT

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bulog Siapkan Jalur Darat, Laut, dan Udara untuk Percepat Distribusi Pangan Pascagempa NTT
Foto: (Sumber :Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberi keterengan kepada awak media ditemui usai Final Mini Soccer Bulog Cup 2026 di Jakarta, Senin (17/8/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Perum Bulog menyiapkan strategi distribusi berlapis melalui jalur darat, laut, dan udara untuk memastikan bantuan pangan dapat segera menjangkau masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk daerah yang akses jalannya terputus akibat longsor.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan sepeda motor menjadi pilihan utama untuk mengirim bantuan ke lokasi yang tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat akibat kerusakan jalan.

"Strategi kami, karena memang di sana banyak jalan longsor, jadi kami lebih menggunakan prioritas untuk yang pertama kendaraan sepeda motor. Untuk kendaraan roda empat enggak bisa masuk, kami gunakan sepeda motor," kata Rizal di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Bulog Koordinasi dengan BNPB untuk Jalur Laut dan Udara

Bulog akan beralih menggunakan transportasi udara maupun laut apabila sepeda motor tidak dapat mencapai wilayah terdampak.

"Kalau sepeda motor enggak masuk, kami akan koordinasi dengan BNPB yang memiliki armada angkutan udara maupun angkutan laut. Nah, tadi malam kami sudah koordinasi dengan Kepala BNPB (Letjen TNI Suharyanto)," ujar Rizal.

Koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilakukan agar armada udara maupun laut dapat segera digunakan ketika jalur darat menuju lokasi pengungsian terhambat kerusakan infrastruktur.

Strategi tersebut diarahkan untuk menjaga kelancaran pasokan kebutuhan pokok sekaligus mendukung operasional dapur umum selama masa tanggap darurat.

Beras 10 Ton Disiagakan di Bandara dan Pelabuhan

Bulog juga menempatkan cadangan beras masing-masing sebanyak 10 ton di bandara dan pelabuhan agar logistik dapat segera dikirim ketika muncul kebutuhan mendesak.

Penempatan beras di simpul transportasi dilakukan supaya distribusi tidak perlu menunggu pengambilan logistik dari gudang penyimpanan saat kondisi darurat.

"Ini pengalaman, kami kemarin di Aceh, di Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu lebih fleksibel kalau berasnya ditempatkan di bandara dan di pelabuhan sehingga begitu ada pergerakan, informasi cepat bisa didorong, tidak menunggu lagi harus mengambil di gudang," ujar Rizal.

"Jadi sekarang Pimpinan Wilayah Bulog di NTT sudah mendorong berasnya setiap hari 10 ton standby di bandara dan di pelabuhan khususnya yang ada di Kupang," katanya.

Strategi tersebut mengadopsi pengalaman Bulog dalam menangani distribusi pangan saat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.

Bulog memastikan sistem distribusi akan terus disesuaikan dengan kondisi lapangan agar bantuan pangan dapat menjangkau masyarakat di daerah terpencil dan mendukung percepatan pemulihan pascagempa NTT.

Penulis :
Ahmad Yusuf