HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonom Nilai Bursa Mineral Bisa Memperkuat Harga Komoditas Indonesia lewat Kepercayaan Pasar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ekonom Nilai Bursa Mineral Bisa Memperkuat Harga Komoditas Indonesia lewat Kepercayaan Pasar
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Emiten tambang emas dan tembaga PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat. ANTARA/Muhammad Heriyanto.)

Pantau - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis dapat memperkuat mekanisme pembentukan harga komoditas Indonesia melalui kedalaman transaksi dan kepercayaan pasar.

Bhima di Jakarta, Selasa (18/8/2026), mengatakan bursa mineral berperan penting dalam membangun ekosistem pasar yang mampu menghasilkan harga berdasarkan kredibilitas transaksi dan tidak sekadar mengikuti harga dari pihak lain.

“Pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis diharapkan bisa jadi price makers, artinya pembentukan harga karena kedalaman dan kepercayaan pasar. Pembentukan harga membuat mineral lebih punya harga yang tinggi,” ujar Bhima.

Menurut Bhima, Indonesia selama ini masih berada dalam posisi sebagai price takers karena transaksi komoditas mineral banyak ditentukan melalui kesepakatan bilateral antara produsen dan pembeli.

Transparansi Bursa Dinilai Penting untuk Hilirisasi

Bhima menilai transparansi menjadi aspek penting dalam pengembangan bursa mineral karena berkaitan dengan kepastian pasokan bahan baku bagi industri hilirisasi.

“Soal transparansi penting terkait kepastian bahan baku untuk hilirisasi. Bursa harus bisa memberikan transparansi termasuk soal ketelusuran lokasi titik tambang untuk mencegah masuknya produk dari tambang ilegal,” katanya.

Bursa mineral juga dinilai perlu meningkatkan standar lingkungan agar memiliki kredibilitas di tengah tuntutan pasar global terhadap aspek keberlanjutan.

Menurut Bhima, Indonesia dapat mengadopsi standar internasional seperti yang diterapkan London Metal Exchange untuk memastikan komoditas mineral yang diperdagangkan memiliki rekam jejak jelas.

Keberhasilan bursa tersebut dinilai tidak hanya bergantung pada mekanisme perdagangan, tetapi juga kemampuan membangun kepercayaan melalui transparansi, standar keberlanjutan, dan jaminan kualitas mineral Indonesia.

Prabowo Targetkan Bursa Beroperasi Januari 2027

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.

Target itu disampaikan Prabowo dalam pengantar pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Dengan dukungan DPR, rencana kita 1 Januari 2027 kita akan memiliki bursa komoditas sendiri. Kita targetkan, ketentuan penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis segera dibahas dengan DPR RI dan mohon diterbitkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” ujar Presiden Prabowo.

Prabowo mengatakan pembentukan bursa menjadi tahap lanjutan dari kebijakan ekspor satu pintu yang sedang dijalankan pemerintah.

Pemerintah juga telah membahas rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penulis :
Ahmad Yusuf