HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Berpotensi Bergerak Sideways saat Investor Menanti Arah Kebijakan Bank Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Berpotensi Bergerak Sideways saat Investor Menanti Arah Kebijakan Bank Indonesia
Foto: (Sumber :Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/sgd.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak sideways pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026, di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

IHSG dibuka melemah 41,65 poin atau 0,65 persen ke posisi 6.408,18, sedangkan Indeks LQ45 naik 0,15 poin atau 0,02 persen menjadi 631,18.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan pergerakan IHSG akan berada dalam rentang 6.400 hingga 6.500.

"IHSG diperkirakan akan bergerak sideways di kisaran 6,400-6,500 pada perdagangan Rabu," ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Pasar Menanti Keputusan Bank Indonesia

Pelaku pasar domestik mencermati hasil RDG BI yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu siang.

Konsensus pasar memperkirakan BI akan mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen karena inflasi domestik masih berada dalam kisaran target BI serta adanya upaya menjaga stabilitas rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, deposit facility rate dan lending facility diperkirakan tetap masing-masing pada level 4,75 persen dan 6,5 persen.

Pertumbuhan kredit diperkirakan meningkat menjadi 13 persen secara tahunan pada Juli 2026 dibandingkan 12,67 persen pada Juni 2026.

"Investor diperkirakan juga akan mencermati penjelasan Bank Indonesia mengenai arah-arah kebijakan selanjutnya," ujar Ratna.

Tekanan Global Membayangi Bursa Saham

Dari pasar global, harga minyak mentah ditutup menguat terbatas di tengah pernyataan Iran yang akan mengambil sikap lebih ofensif dan Selat Hormuz tetap ditutup serta keputusan Amerika Serikat untuk tidak memperpanjang gencatan senjata.

Imbal hasil obligasi di berbagai negara juga meningkat seiring kekhawatiran investor bahwa harga minyak yang bertahan tinggi dapat kembali mendorong inflasi.

Kenaikan imbal hasil tersebut memberikan tekanan terutama terhadap saham-saham sektor teknologi yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Wall Street ditutup melemah pada Selasa, 18 Agustus 2026, dengan S&P 500 turun 0,69 persen menjadi 7.691,76, Nasdaq Composite merosot 1,68 persen menjadi 29.490,91, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,22 persen menjadi 53.343,40.

Pergerakan bursa Asia pada Rabu pagi juga bervariasi dengan Nikkei melemah 2,61 persen, Shanghai menguat 1,83 persen, Kospi merosot 5,42 persen, Hang Seng turun 0,17 persen, dan Straits Times melemah 0,24 persen.

Penulis :
Ahmad Yusuf