
Pantau - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memperkuat pengembangan energi bersih melalui rencana pembelian tenaga listrik dari dua proyek panas bumi berkapasitas total 45 megawatt (MW).
Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta menyatakan perusahaan terus mendorong optimalisasi potensi panas bumi Indonesia menjadi sumber pembangkit listrik bersih, andal, dan berkelanjutan.
“LoI ini menjadi langkah konkret untuk mempercepat pemanfaatan energi bersih di Indonesia,” ungkap Bernadus dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Penandatanganan letter of intent (LoI) dilakukan Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta bersama Direktur Utama PGE Ahmad Yani di Jakarta pada Rabu (19/8/2026).
Dua Proyek Panas Bumi Berkapasitas 45 MW Dikembangkan
Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan Ulubelu Binary (Bottoming) Unit berkapasitas 30 MW di Provinsi Lampung dan Lahendong Binary (Bottoming) Unit berkapasitas 15 MW di Provinsi Sulawesi Utara.
Dua proyek itu memiliki kapasitas gabungan sebesar 45 MW dan menjadi bagian dari rencana kerja sama strategis PLN IP dengan PGE dalam pemanfaatan panas bumi.
Dalam pipeline perencanaan kerja sama tersebut, potensi kapasitas pengembangan secara keseluruhan dapat mencapai 230 MW.
“Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar. Melalui kolaborasi PLN Indonesia Power dan PGE pada Lahendong dan Ulubelu, kami ingin mengoptimalkan potensi tersebut menjadi energi bersih yang andal sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional,” ujar Bernadus.
PLN IP Dorong Kemandirian Energi Nasional
Kolaborasi PLN IP dan PGE diarahkan untuk mengoptimalkan sumber daya panas bumi sebagai bagian dari penguatan pembangkit listrik berbasis energi bersih di Indonesia.
Pengembangan proyek Ulubelu dan Lahendong juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan potensi panas bumi untuk mendukung pasokan listrik yang berkelanjutan.
Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat kontribusi energi panas bumi dalam sistem ketenagalistrikan sekaligus mendukung kemandirian energi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan



