
Pantau - Pemerintah mendorong investasi tumbuh lebih cepat dibandingkan produk domestik bruto (PDB) sebagai salah satu strategi mengejar pertumbuhan ekonomi mendekati 6 persen hingga akhir 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi menuju level tersebut pada akhir tahun.
"Semester I ini kita tumbuh 5,45 persen, dan ini adalah pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir, termasuk di antara negara G20. Jadi menjelang sampai akhir tahun Bapak Presiden meminta kita mendorong supaya mendekati 6 persen di akhir tahun. Dan tentu ini bisa menjadi tantangan dan juga harus kerja keras," ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Investasi Bernilai Tambah Jadi Kunci Pertumbuhan
Airlangga menyebut peningkatan investasi menjadi salah satu kunci menciptakan tambahan pertumbuhan ekonomi sehingga lajunya perlu lebih cepat dibandingkan PDB.
Pemerintah juga mengarahkan investasi pada proyek-proyek yang memiliki nilai tambah tinggi agar memberikan dampak lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Selain investasi, pemerintah akan mengoptimalkan rantai nilai dalam negeri untuk memperbesar manfaat aktivitas penanaman modal terhadap perekonomian.
Peningkatan produktivitas sumber daya manusia serta penguatan ekspor bernilai tambah yang ditopang efisiensi logistik turut menjadi bagian dari strategi pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi.
Fundamental Ekonomi Diklaim Tetap Terjaga
Pemerintah pada saat yang sama menghadapi tantangan eksternal berupa dinamika geopolitik, konflik di sejumlah kawasan, ketidakpastian di Selat Hormuz, hingga perang dagang yang berpotensi memengaruhi perdagangan dan investasi.
Meski menghadapi tekanan global, Airlangga memastikan fundamental perekonomian Indonesia tetap terjaga.
Pendapatan negara tercatat tumbuh 21,3 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), sedangkan belanja negara tumbuh 18,2 persen secara tahunan.
Defisit anggaran juga tercatat masih terkendali pada level 0,91 persen terhadap PDB.
Pemerintah mengandalkan percepatan investasi, peningkatan produktivitas, penguatan ekspor bernilai tambah, dan efisiensi logistik untuk mendukung upaya membawa pertumbuhan ekonomi mendekati 6 persen pada akhir 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



