HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Sulawesi Tengah Serap Lebih dari 11 Ribu Ton Gabah, Realisasi Capai 96 Persen Target

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bulog Sulawesi Tengah Serap Lebih dari 11 Ribu Ton Gabah, Realisasi Capai 96 Persen Target
Foto: Arsip- Seorang petani di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah sedang menjemur gabah hasil panen sebelum digiling menjadi beras, Sabtu 11/3/2023 (sumber: ANTARA/Moh Ridwan)

Pantau - Perum Bulog Sulawesi Tengah mencatat penyerapan gabah petani lokal sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai lebih dari 11 ribu ton atau sekitar 96 persen dari target pemerintah sebesar 11.300 ton.

Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah Jusri mengatakan realisasi tersebut membuat pihaknya optimistis penyerapan gabah petani dapat melampaui target yang telah ditetapkan.

"Target serapan Sulawesi Tengah 11.300 ton, saat ini kami telah merealisasikan di angka 11 ribu ton lebih," ungkap Jusri.

Meski realisasi telah mendekati target, Bulog Sulawesi Tengah tetap berupaya mengoptimalkan penyerapan hasil produksi petani untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Bulog Perluas Mitra Penggilingan Padi

Salah satu strategi yang dilakukan Bulog untuk meningkatkan penyerapan hasil produksi petani adalah memperluas jaringan mitra penggilingan padi, terutama di wilayah sentra produksi pangan.

Saat ini, Bulog Sulawesi Tengah memiliki tujuh mitra penggilingan padi di wilayah kerjanya dengan sebagian besar berada di Kabupaten Parigi Moutong.

"Saat ini di wilayah kerja kantor wilayah (kanwil) Bulog, kami memiliki tujuh mitra gilingan padi dan sebagian besar berada di Kabupaten Parigi Moutong," kata Jusri.

Dalam menyerap hasil produksi petani, Bulog pada prinsipnya menerapkan dua metode pembelian, yakni membeli dalam bentuk gabah kering giling (GKG) maupun beras yang telah siap dikonsumsi.

Skema pembelian tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan.

Bulog masih menghadapi tantangan di lapangan karena tidak semua petani menjual hasil produksinya dalam bentuk gabah akibat berbagai faktor.

Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog terus meningkatkan sosialisasi kepada petani serta memperkuat pola kemitraan dengan penggilingan padi, Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan penyuluh pertanian.

Harga Gabah Ditetapkan Rp6.500 per Kilogram

Pemerintah menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram yang dinilai telah mempertimbangkan keuntungan secara ekonomi bagi petani.

"Harga ditetapkan pemerintah Rp6.500 per kilogram. Penetapan harga tentunya mempertimbangkan keuntungan ekonomis bagi petani," ujar Jusri.

Hasil produksi petani yang diserap Bulog selanjutnya dipersiapkan untuk mendukung berbagai program intervensi pemerintah yang ditujukan bagi kesejahteraan masyarakat.

Pemanfaatan hasil serapan tersebut antara lain untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan pemerintah, serta kebutuhan bantuan dalam penanganan bencana.

Dengan skema tersebut, bahan pangan yang dibeli pemerintah dari petani kembali disalurkan kepada masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar.

"Pada intinya hasil serapan bahan pangan oleh pemerintah dikembalikan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar," ungkap Jusri.

Penulis :
Arian Mesa