HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Berpotensi Bergerak Variatif saat Pasar Mencermati Sentimen Global dan Domestik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Berpotensi Bergerak Variatif saat Pasar Mencermati Sentimen Global dan Domestik
Foto: (Sumber :Pengunjung mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari layar gawai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). IHSG pada perdagangan Jumat (7/8) ditutup menguat 65,94 poin atau menguat 1,04 persen ke level 6.409,65 dan level ini menandai posisi tertinggi IHSG dalam tiga bulan terakhir. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/agr.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia berpotensi bergerak variatif pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026, saat pelaku pasar mencermati sejumlah sentimen global dan domestik.

IHSG dibuka menguat 5,47 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.507,14, sedangkan Indeks LQ45 naik 0,62 poin atau 0,10 persen ke posisi 642,57.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata melihat IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan selama mampu bertahan pada level tertentu.

“IHSG telah bertahan di atas 6.462,35, sehingga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju 6.601,98, dengan resistance berikutnya di sekitar 6.723,32. Sebaliknya, apabila terjadi koreksi dan IHSG kembali turun di bawah 6.462,35, indeks berpotensi menguji level 6.425,22, kemudian 6.350,05 sebagai support berikutnya,” ujar Liza.

Ketegangan Perdagangan AS-Kanada Jadi Perhatian Pasar

Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati meningkatnya ketegangan perdagangan Amerika Serikat dan Kanada setelah Kanada mengumumkan tarif balasan hingga 50 persen terhadap barang AS senilai hampir 28 miliar dolar AS.

Hubungan AS dan Iran turut menjadi perhatian setelah langkah Washington membatasi akses Iran terhadap sistem keuangan global meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.

Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi sedikit berkurang setelah muncul laporan mengenai pembahasan Iran dan Oman untuk membentuk koridor maritim sementara di Selat Hormuz.

Pelaku pasar juga menantikan data inflasi AS dan pidato pejabat bank sentral AS The Fed di tengah sentimen yang cenderung positif tetapi tetap berhati-hati.

Saham teknologi dan semikonduktor di AS mengalami rebound setelah aksi jual sebelumnya, sementara tingginya ekspektasi terhadap kinerja Nvidia meningkatkan risiko fenomena buy the rumor, sell the news.

Di kawasan Asia, pasar turut mencermati prospek kebijakan suku bunga Bank of Japan setelah mantan anggota dewan BoJ Seiji Adachi memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga.

Sentimen Domestik Ikut Membayangi Pergerakan IHSG

Dari dalam negeri, BEI telah melakukan evaluasi berkala terhadap 14 indeks saham pada Senin, 24 Agustus 2026, yang mulai berlaku pada 1 September 2026 dengan periode efektif berbeda sesuai jenis indeks.

Sentimen sosial politik juga menjadi perhatian menjelang rencana aksi unjuk rasa Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 27 Agustus 2026, mulai pukul 14.00 WIB dengan estimasi sekitar 1.000 mahasiswa dan masyarakat sipil.

“Aksi ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar domestik apabila berkembang menjadi eskalasi sosial atau mengganggu aktivitas ekonomi, meski dampaknya diperkirakan terbatas apabila berlangsung tertib,” ujar Liza.

Pasar juga mencermati PT Danantara Sumberdaya Indonesia yang mulai menjalankan mandat sebagai intermediary tunggal dalam tata kelola ekspor batu bara, CPO, dan ferroalloy dengan estimasi total nilai ekspor hampir 70 miliar dolar AS.

DSI akan melakukan verifikasi kuantitas, kualitas, klasifikasi, harga, pembayaran hingga repatriasi devisa serta mengintegrasikan data dari tujuh kementerian dan lembaga untuk mendeteksi potensi under-invoicing dan transfer pricing.

Bursa Wall Street pada Selasa, 25 Agustus 2026, ditutup menguat dengan S&P 500 naik 0,30 persen, Nasdaq Composite menguat 0,70 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,30 persen.

Pergerakan bursa Asia pada Rabu pagi juga mayoritas positif dengan Nikkei, Shanghai, Kospi, dan Hang Seng menguat, sedangkan Straits Times melemah 0,21 persen.

Penulis :
Ahmad Yusuf