HOME  ⁄  Ekonomi

Kementan Mengawal Penyaluran SPHP Jagung, 127 Ribu Ton Sudah Tersalur ke Peternak

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementan Mengawal Penyaluran SPHP Jagung, 127 Ribu Ton Sudah Tersalur ke Peternak
Foto: (Sumber :Karung jagung pakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan Perum Bulog kepada peternak. ANTARA/HO-Ditjen PKH Kementan.)

Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) mengawal penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang hingga 23 Agustus 2026 telah mencapai 127,43 ribu ton kepada peternak di berbagai daerah untuk menjaga ketersediaan pakan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan program SPHP jagung yang disalurkan Perum Bulog akan dilanjutkan hingga akhir 2026 selama masih dibutuhkan peternak.

“Selama peternak butuh, kasih, titik, mudah, jangan ada basa-basi. SPHP jagung (yang disalurkan oleh) Bulog kita lanjutkan sampai akhir tahun,” kata Amran sebagaimana terkonfirmasi di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi peternak mengenai tekanan biaya produksi, termasuk kebutuhan bahan baku pakan dengan harga terjangkau.

SPHP Jagung Menjangkau 5.543 Peternak

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan mencatat program SPHP jagung telah menjangkau peternak di 28 provinsi.

Berdasarkan laporan penyaluran Perum Bulog yang diperbarui pada 24 Agustus 2026, program tersebut melibatkan 100 koperasi dan asosiasi serta telah diakses oleh 5.543 peternak.

Pemerintah menjalankan kebijakan jagung dari sisi hulu dan hilir untuk menjaga keseimbangan kepentingan petani sebagai produsen serta peternak sebagai pengguna bahan baku pakan.

Di tingkat hulu, pemerintah melindungi petani melalui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp5.500 per kilogram untuk jagung pipilan kering dengan kadar air 18 hingga 20 persen di tingkat petani.

Jagung hasil pengadaan pemerintah selanjutnya dikelola Bulog sebagai bagian dari Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dan dipersiapkan sesuai standar kualitas untuk penyaluran.

Di tingkat hilir, pemerintah memberikan subsidi harga melalui program SPHP jagung pakan sehingga peternak dapat memperoleh jagung seharga Rp5.000 per kilogram untuk pengambilan di gudang Bulog dan maksimal Rp5.500 per kilogram sampai di tingkat peternak.

Direktur Pakan Ditjen PKH Kementan Tri Melasari mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan pasokan benar-benar diterima peternak dengan harga terjangkau tanpa mengabaikan harga di tingkat petani.

“Yang kami jaga bukan hanya ketersediaan jagung pakan, tetapi bagaimana pasokan sampai kepada peternak yang membutuhkan dengan harga terjangkau, tanpa mengabaikan keseimbangan harga di tingkat petani,” ujar Tri di Jakarta, Rabu.

Bapanas Mengusulkan Tambahan Kuota 150 Ribu Ton

Data Bulog menunjukkan pagu SPHP jagung yang tercatat mencapai 213,20 ribu ton dengan realisasi penyaluran sebanyak 127,43 ribu ton hingga 23 Agustus 2026.

Dengan realisasi tersebut, sisa pagu SPHP jagung yang masih tersedia tercatat sekitar 85,77 ribu ton.

Kementan terus memantau kebutuhan peternak, penerima program, realisasi penyaluran, produksi, stok, dan perkembangan harga jagung agar intervensi pemerintah sesuai kondisi di lapangan.

Pemerintah juga membahas langkah lanjutan untuk memperkuat ketersediaan jagung pakan bagi peternak.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah mengusulkan tambahan kuota sebanyak 150 ribu ton SPHP jagung pakan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Usulan penambahan kuota tersebut masih menunggu pembahasan dan keputusan dalam Rapat Koordinasi Terbatas sebelum dapat ditetapkan serta direalisasikan.

Penulis :
Aditya Yohan