
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak variatif pada perdagangan Kamis (27/8/2026) di tengah perhatian pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi global dan domestik.
IHSG membuka perdagangan dengan melemah 15,34 poin atau 0,24 persen ke posisi 6.390,35.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga turun 2,47 poin atau 0,39 persen menjadi 630,08.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis berada dalam rentang 6.350 hingga 6.450.
“Diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 6,350-6,450 pada perdagangan Kamis,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Pergerakan pasar antara lain dipengaruhi data inflasi Price Consumer Index (PCE) Amerika Serikat (AS) periode Juli 2026 yang sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan.
Inflasi PCE AS tercatat tetap sebesar 3,7 persen secara tahunan atau year on year (yoy), sedikit melampaui estimasi 3,6 persen.
Secara bulanan, indeks PCE naik 0,2 persen atau month to month (mtm) pada Juli 2026, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 0,1 persen setelah turun 0,1 persen pada Juni 2026.
Indeks PCE inti AS tetap berada pada level 3,3 persen secara tahunan pada Juli 2026 sehingga masih berada di atas target inflasi The Federal Reserve (The Fed) sebesar 2 persen.
Pada saat bersamaan, ekonomi AS tumbuh 1,5 persen pada kuartal II-2026 atau melambat dibandingkan pertumbuhan 2,1 persen pada kuartal sebelumnya.
Pertumbuhan ekonomi tersebut sesuai dengan estimasi awal yang telah diperkirakan pasar.
Data ekonomi yang masih menunjukkan ketahanan di tengah inflasi yang sulit turun memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil sembari mengevaluasi data ekonomi berikutnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan



