HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonom Memprediksi Rupiah Bergerak Mendatar Menjelang Pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ekonom Memprediksi Rupiah Bergerak Mendatar Menjelang Pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh
Foto: (Sumber :Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (27/7/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz/pri.)

Pantau - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak sideways atau mendatar pada Jumat (28/8) ketika pelaku pasar menantikan pidato Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Rupiah pada pembukaan perdagangan Jumat pagi menguat 26 poin atau 0,15 persen menjadi Rp17.718 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp17.744 per dolar AS.

Josua mengatakan, “Rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.675-Rp17.775 per dolar AS.”

Mengutip Anadolu, Warsh dijadwalkan berpidato dalam Jackson Hole Economic Policy Symposium yang mempertemukan pejabat bank sentral, ekonom, pelaku pasar keuangan, akademisi, dan perwakilan pemerintah untuk membahas isu ekonomi utama serta tantangan kebijakan jangka panjang.

Warsh sebelumnya menjadi peserta aktif dalam pertemuan Jackson Hole, tetapi kali ini menjadi kehadiran pertamanya dalam kapasitas sebagai pejabat tinggi The Fed.

Perhatian pasar tertuju pada petunjuk mengenai masa depan kebijakan moneter The Fed menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September.

Pergerakan rupiah juga memperoleh sentimen dari indeks pengeluaran konsumsi pribadi atau PCE Amerika Serikat yang naik 0,2 persen secara bulanan dan melampaui ekspektasi.

Indeks PCE inti AS yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi tercatat naik 0,2 persen secara bulanan dan 3,3 persen secara tahunan.

Josua mengungkapkan, “Hal ini juga tidak lepas dari harga energi yang diakibatkan oleh harga minyak global yang masih berfluktuasi akibat dari tensi geopolitik yang masih tinggi.”

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026