
Pantau - Perum Bulog memastikan bantuan pangan telah menjangkau seluruh wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan realisasi penyaluran beras hingga 1 September 2026 mencapai 1.321.550 kilogram.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan hingga kini tidak terdapat laporan wilayah terdampak yang belum memperoleh bantuan.
"Alhamdulillah sampai dengan saat ini belum ada yang istilahnya emergency, atau belum pernah dapat bantuan. Semua sudah dapat). Dan semuanya sudah kami serahkan ke masing-masing BPBD maupun kepala-kepala daerah yang ada di Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana," kata Rizal saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Penyaluran Bantuan Dikoordinasikan Bersama BNPB
Rizal menjelaskan Bulog tidak menyerahkan bantuan secara langsung kepada penerima manfaat, tetapi bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dikoordinasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Jadi untuk penyaluran bencana alam yang kami lakukan, jadi Bulog tidak langsung menyalurkan secara fisik kepada penerima manfaat. Namun kami bersinergi dengan BPBD di masing-masing wilayah yang dikoordinir oleh BNPB," ujarnya.
Koordinasi dilakukan melalui posko utama BNPB di tingkat pusat maupun NTT sehingga kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat dipantau dan dipenuhi sesuai perkembangan di lapangan.
Bulog juga menyiagakan cadangan masing-masing 10 ton beras di bandara dan pelabuhan untuk memenuhi kebutuhan darurat sewaktu-waktu.
"Apabila sewaktu-waktu dibutuhkan daerah yang belum diberikan bantuan bencana bisa emergency diambil beras yang ada kami standby-kan di bandara maupun di pelabuhan tersebut," jelasnya.
Rizal mengatakan hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai wilayah yang membutuhkan penyaluran darurat karena daerah terdampak telah memperoleh dukungan logistik sesuai kebutuhan masing-masing.
Lebih dari 1.321 Ton Beras Telah Disalurkan
Hingga 1 September 2026, total realisasi bantuan beras yang disalurkan Bulog untuk masyarakat terdampak gempa NTT mencapai 1.321.550 kilogram.
Bantuan tersebut mencakup 881,98 ton cadangan beras pemerintah untuk penanggulangan bencana, 101,8 ton bantuan cadangan pangan pemerintah daerah, serta 472,98 ton program bantuan pangan beras.
Selain beras, Bulog telah menyalurkan 7.000 liter minyak goreng atau 100 persen dari alokasi yang tersedia.
Bantuan pangan disalurkan kepada masyarakat di tujuh daerah terdampak, yakni Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Barat.
Distribusi bantuan melibatkan TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, aparat desa, serta kementerian terkait untuk mendukung kelancaran dan pemerataan penyaluran kepada masyarakat terdampak.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




