HOME  ⁄  Ekonomi

Herry Dermawan Ungkap Harga Telur Masih di Bawah HAP

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

Herry Dermawan Ungkap Harga Telur Masih di Bawah HAP
Foto: Harga telur ayam di tingkat peternak masih berada di bawah harga acuan pemerintah. (Dok. Antara)

Pantau - Harga telur ayam di tingkat peternak masih berada di bawah harga acuan pemerintah. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN Herry Dermawan menyebut harga di Jawa Timur baru berkisar Rp21.000-Rp22.000 per kilogram, sementara acuan berada sekitar Rp23.000.

“Kalau harga telur, Pak, belum menyentuh HAP. Karena HAP kita harga telur itu sekitar Rp23.000. Jadi kalau di Jawa Timur, kandangnya telur itu sekarang baru Rp21.000 sampai Rp22.000, kurang sedikit lagi,” kata Herry saat menyampaikan kondisi tersebut dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Menurut Herry, persoalan harga telur tidak terlepas dari kondisi populasi ayam petelur di tingkat peternak. Banyak peternak mempertahankan ayam hingga melewati masa produktif karena berbagai pertimbangan.

Kondisi tersebut membuat jumlah ayam petelur tetap tinggi. Pada saat bersamaan, produksi telur terus berjalan sehingga memengaruhi keseimbangan pasokan di pasar.

Populasi Ayam Perlu Dikendalikan

Herry menyebut usia pemeliharaan ayam petelur kini jauh lebih panjang dibandingkan pola sebelumnya. Ayam yang biasanya dikeluarkan setelah mencapai usia 80-90 minggu masih dipertahankan hingga 120 minggu.

“Yang sangat kena parah adalah para peternak menahan ayamnya. Mereka biasanya habisnya 80-90 minggu, sekarang ini sudah sampai 120 minggu. Jadi populasinya seolah-olah banyak,” ujarnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Herry mengapresiasi upaya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) dalam menyerap ayam petelur yang telah melewati usia produktif.

Kerja sama dengan Perumda Dharma Jaya dan pihak terkait dinilai dapat membantu mengurangi populasi ayam tua di tingkat peternak. Namun, Herry meminta kapasitas penyerapan tersebut ditingkatkan.

“Kalau bisa, perlu ditambah lagi pengambilan ayam-ayam yang sudah lewat umur. Karena itu sangat mempercepat supaya seimbang populasi,” katanya.

Ia menilai pengurangan populasi ayam yang sudah melewati masa produktif dapat membantu menciptakan keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Kondisi tersebut diharapkan ikut mendorong perbaikan harga telur ayam di tingkat peternak.

Harga Broiler Mulai Membaik

Selain telur, Herry menyampaikan perkembangan positif harga ayam ras pedaging atau broiler. Ia menyebut harga komoditas tersebut selama enam minggu terakhir telah berada di atas harga acuan.

Harga broiler di sejumlah wilayah Pulau Jawa kini rata-rata mencapai Rp24.000 per kilogram. Beberapa daerah bahkan mencatat harga sekitar Rp25.000 per kilogram.

“Untuk broiler, alhamdulillah enam minggu ini sudah bisa tersenyum. Ayam potong atau broiler harganya sudah di atas harga acuan. Harga hari ini rata-rata di Pulau Jawa sudah sampai Rp24.000, ada beberapa titik yang Rp25.000,” ujarnya.

Meski harga membaik di tingkat peternak, Herry meminta pemerintah tetap menjaga pergerakannya. Kenaikan terlalu tinggi berpotensi meningkatkan beban masyarakat sebagai konsumen.

“Jangan naik lagi. Kalau naik lagi nanti konsumen yang berteriak,” kata Herry.

Harga DOC Masih Diawasi

Herry turut menyoroti harga day old chick (DOC) atau anak ayam umur sehari. Pemerintah sebelumnya telah menyepakati harga DOC sebesar Rp7.000 per ekor.

Menurut Herry, perusahaan besar telah mengikuti ketentuan tersebut. Namun, ia masih menemukan perusahaan kecil yang menjual DOC dengan harga sekitar Rp7.500 per ekor atau lebih.

“DOC sudah disepakati oleh pemerintah itu harga Rp7.000 dan perusahaan-perusahaan besar sudah taat Rp7.000. Tapi perusahaan-perusahaan kecil masih ada yang Rp7.500 atau lebih,” katanya.

Ia meminta pengawasan terhadap harga DOC diperkuat. Menurutnya, pengawasan dapat dilakukan jajaran direktorat jenderal terkait tanpa harus selalu melibatkan Menteri Pertanian.

“Mungkin tinggal penguatan pengawasan. Nggak perlu Pak Menteri mungkin, Pak Dirjen saja suruh kerja itu,” ujarnya.

Di luar persoalan harga komoditas peternakan, Herry juga mengapresiasi realisasi bantuan untuk penyuluh pertanian lapangan atau PPL. Bantuan tersebut mencakup kendaraan operasional dan perangkat pendukung kegiatan penyuluhan.

Menurutnya, dukungan sarana kerja dapat membantu penyuluh menjalankan pendampingan secara lebih efektif. Peran PPL juga penting dalam mendukung pelaksanaan berbagai program pertanian di lapangan.

Penulis :
Khalied Malvino
FLOII 2026