
Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mendorong pelaku ekonomi kreatif dan jenama lokal memperluas akses pasar hingga kawasan premium seperti SCBD Park, Jakarta, agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai penyelenggaraan The Local Market ID: Pasar Wiwitan SCBD membuktikan UMKM dapat hadir dan memasarkan produk berbasis bahan serta kearifan lokal di kawasan yang selama ini dianggap premium.
“SCBD yang sering dianggap terlalu premium untuk UMKM, hari ini dibuktikan sebaliknya, semua berkumpul, berjualan dan menampilkan produk luar biasa berbasis bahan serta kearifan lokal. Untuk masyarakat mari kita perkuat fondasi ekonomi nasional dengan membiasakan diri untuk bangga membeli dan menggunakan produk dalam negeri,” kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Irene mengatakan ruang kolaborasi bersama The Local Market dan SCBD menjadi wadah bagi kreator lokal untuk memperluas akses pasar secara berkelanjutan.
Fesyen dan Kriya Catat Ekspor Miliaran Dolar AS
Data Badan Pusat Statistik yang diolah Kementerian Ekraf menunjukkan subsektor fesyen, kriya, dan kuliner mencatat nilai ekspor barang ekonomi kreatif terbesar sepanjang Januari-April 2026.
Nilai ekspor fesyen mencapai 5,85 miliar dolar AS, disusul kriya sebesar 3,82 miliar dolar AS dan kuliner sebesar 0,28 miliar dolar AS.
Ketiga subsektor tersebut juga menjadi penopang utama ekonomi kreatif pada 2025 dengan kontribusi kuliner sebesar 41,06 persen, fesyen 14,77 persen, dan kriya 10,70 persen.
“Kolaborasi antara Kementerian Ekraf dan para pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mendukung ekosistem ini, agar kita terus kembali ke akar budaya dan menjaga kearifan lokal turun-temurun,” katanya.
Lebih dari 200 Tenant Ramaikan Pasar Kreatif
The Local Market ID digelar rutin setiap akhir pekan pertama setiap bulan sejak 1-2 Agustus 2026 hingga edisi 5-6 September 2026 sebagai pasar kreatif bulanan tanpa tiket masuk.
Program yang diinisiasi PT Ku Ka Aku Suka bersama Kementerian Ekraf dan Creative Event Entertainment (CEE) serta didukung Artha Graha Group itu menghadirkan lebih dari 200 tenant terkurasi dari sektor kuliner, kriya, fesyen, barang antik, lokakarya, hingga pertunjukan musik.
“Kolaborasi CEE bersama dengan The Local Market ID melalui Pasar Wiwitan SCBD merupakan langkah untuk menghadirkan ruang publik yang menghubungkan komunitas, pelaku kreatif, dan masyarakat, sekaligus memperkuat SCBD sebagai destinasi yang tidak hanya menjadi pusat bisnis, tetapi juga pusat aktivitas kreatif dan budaya,” ujar Direktur CEE, Ananta Pribadi.
Salah satu jenama peserta kurasi Open Call Kementerian Ekraf, Goodthings, memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas pasar produk busana pria dan wanita yang mengangkat unsur wastra Nusantara.
Co-Founders Goodthings Angela menyebut jenamanya mampu membukukan omzet hingga Rp14 juta dalam dua hari ketika mengikuti kegiatan edisi Agustus.
Menurut Angela, kegiatan tersebut turut berdampak terhadap pertumbuhan pengikut di media sosial, pembelian ulang, serta membuka peluang mendapatkan konsumen baru dari kawasan premium seperti SCBD.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Ahmad Yusuf




