
Pantau - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) didorong berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang menghubungkan produksi, pengolahan, pemasaran, pembiayaan, distribusi, hingga pelayanan kebutuhan dasar dengan model usaha yang disesuaikan dengan potensi setiap desa.
Pengembangan KDMP dinilai tidak cukup hanya melalui pembentukan badan hukum, penyediaan modal, pembangunan gedung, serta pengadaan kendaraan dan peralatan.
Koperasi perlu memiliki sistem bisnis yang sehat, profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada anggotanya.
KDMP juga perlu memiliki aktivitas ekonomi yang berkelanjutan sehingga operasional koperasi tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.
Pemetaan Ekonomi Desa Jadi Langkah Awal
Pengembangan koperasi dengan pola bisnis seragam perlu dihindari karena setiap desa memiliki karakteristik, potensi, dan persoalan ekonomi yang berbeda.
Potensi tersebut dapat berasal dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pariwisata, kerajinan, perdagangan, maupun jasa.
Pemetaan ekonomi desa diperlukan untuk mengetahui komoditas utama, pelaku usaha, volume produksi, pembeli, harga di tingkat produsen, hingga kendala pemasaran.
Pemetaan juga mencakup kebutuhan masyarakat yang masih dipenuhi dari luar desa, potensi anggota koperasi, kemampuan permodalan masyarakat, serta peluang bisnis yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Langkah tersebut diperlukan agar KDMP dibangun berdasarkan kebutuhan dan potensi nyata masyarakat, bukan sekadar mengikuti pola program yang sama di seluruh daerah.
Kesejahteraan Anggota Jadi Ukuran Keberhasilan
KDMP perlu menempatkan kesejahteraan anggota sebagai orientasi utama karena karakter koperasi berbeda dengan perusahaan yang berorientasi pada keuntungan pemilik modal.
Keberhasilan koperasi karena itu tidak cukup diukur berdasarkan nilai aset, omzet, jumlah gedung, kendaraan, maupun besarnya modal yang diberikan pemerintah.
Ukuran keberhasilan juga perlu melihat peningkatan pendapatan anggota, penurunan biaya usaha, kemudahan pemasaran produk, serta kemampuan masyarakat memperoleh barang dan jasa dengan harga wajar.
Manfaat ekonomi dan sisa hasil usaha yang kembali kepada anggota juga menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




