HOME  ⁄  Ekonomi

Pakar Filipina Sebut Kanal Pinglu Jadi Jalur Arteri Baru Ekonomi China-ASEAN

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pakar Filipina Sebut Kanal Pinglu Jadi Jalur Arteri Baru Ekonomi China-ASEAN
Foto: (Sumber :Sebuah kapal kargo bersiap untuk berangkat ke Pelabuhan Nanning di sepanjang Kanal Pinglu di daerah Pelabuhan Qinzhou di Pelabuhan Teluk Beibu di Qinzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, China selatan, 16 September 2026. ANTARA/Xinhua/Zhang Ailin.)

Pantau - Kanal Pinglu di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, dinilai berpotensi menjadi jalur arteri ekonomi sekaligus jembatan yang memperkuat konektivitas antara wilayah pedalaman China dan negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Pakar asal Filipina sekaligus kolumnis The Philippine Star, Wilson Lee Flores, menyampaikan penilaian tersebut setelah mengunjungi Kanal Pinglu pada awal September 2026.

"Pembukaan kanal tersebut merupakan kabar baik tidak hanya bagi Asia Tenggara dan China, tetapi juga untuk konektivitas, perdagangan, pariwisata, pertukaran budaya, dan kerja sama teknologi yang lebih luas di Asia," ujar Flores kepada Xinhua.

Kanal Pangkas Jalur Pengiriman Lebih dari 560 Kilometer

Kanal Pinglu dibangun dengan biaya 72,7 miliar yuan dan memiliki panjang sekitar 134,2 kilometer yang membentang dari Hengzhou di Guangxi hingga Teluk Beibu.

Kanal tersebut dirancang untuk mengakomodasi kapal berbobot hingga 5.000 ton.

Keberadaan Kanal Pinglu memangkas jarak perjalanan melalui jalur air pedalaman untuk pengangkutan barang dari China barat daya menuju laut lebih dari 560 kilometer dibandingkan rute tradisional melalui pelabuhan di Provinsi Guangdong.

"Saya sangat terkesan dengan skala, teknik, teknologi tinggi, perlindungan lingkungan, dan signifikansi strategisnya," tutur Flores.

Menurut Flores, wilayah di China barat daya, termasuk Guizhou, Yunnan, dan Sichuan, berpotensi mendapatkan manfaat dari keberadaan jalur pintas tersebut.

"Sebagai fondasi fisik kerja sama ekonomi, konektivitas yang lebih baik akan mempermudah dan menekan biaya pergerakan barang, manusia, modal, teknologi, dan gagasan," ujar Flores.

Flores menyatakan keberadaan kanal juga dapat meningkatkan daya tarik investasi di wilayah China yang jauh dari pesisir sekaligus membuka peluang bagi perusahaan China untuk memperdalam keterlibatan dengan perekonomian Asia Tenggara.

Kanal Pinglu Perkuat Konektivitas ASEAN-China

Flores menyebut ASEAN dan China memiliki hubungan ekonomi yang kuat, dengan China menjadi mitra dagang terbesar ASEAN sejak 2009 dan ASEAN menjadi mitra dagang terbesar China sejak 2019.

Menurut dia, Kanal Pinglu dapat menambah konektivitas fisik dalam hubungan ekonomi ASEAN-China dan menjadi mata rantai baru bagi aktivitas perdagangan kedua pihak.

"Dengan memanfaatkan kanal tersebut, perusahaan-perusahaan ASEAN dapat memperoleh akses yang lebih mudah menuju pasar pedalaman Tiongkok yang sangat luas dan mendiversifikasi rantai pasokan mereka," tutur Flores.

Kanal Pinglu dibuka pada tahun pertama periode Rencana Lima Tahun ke-15 China 2026-2030, seiring upaya negara tersebut mendorong pembangunan regional yang lebih terkoordinasi dan memperluas keterbukaan ekonomi.

Flores menilai manfaat kanal tidak terbatas pada pengangkutan kargo karena konektivitas tersebut juga berpotensi membuka peluang bagi pelaku bisnis, pekerja, petani, pelajar, ilmuwan, dan kelompok masyarakat lainnya.

"Infrastruktur seperti Kanal Pinglu dapat mengubah kedekatan geografis menjadi peluang ekonomi yang praktis dan pembangunan yang inklusif," ujar Flores.

Flores menambahkan Kanal Pinglu perlu dioperasikan secara efisien serta didukung kebijakan yang berkelanjutan agar manfaat konektivitasnya dapat terus berkembang.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026