HOME  ⁄  Ekonomi

Wamenekraf Irene Umar Dorong Proses Kreatif Beretika agar Ekraf Indonesia Tembus Pasar Global

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamenekraf Irene Umar Dorong Proses Kreatif Beretika agar Ekraf Indonesia Tembus Pasar Global
Foto: (Sumber :Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, menjadi narasumber dalam sesi Creative Biztalk pada gelaran Petranesian Business and Education Fair di Galaxy Mall 2, Surabaya, Minggu (20/9/2026) (ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif).)

Pantau - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mendorong pengembangan ekonomi kreatif melalui proses kreatif berlandaskan etika dan moral agar menghasilkan karya bernilai tambah serta mampu menembus pasar global.

Irene mengatakan kreativitas tidak cukup hanya menghasilkan karya bernilai estetika, tetapi juga perlu memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

"Ekonomi kreatif ini diharapkan menjadi tambang baru Indonesia. Indonesia juga memiliki banyak kekayaan intelektual dan paten yang potensinya ditunggu oleh dunia," ujar Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Menurut Irene, pengembangan gagasan kreatif membutuhkan kebebasan bereksplorasi, tetapi tetap perlu memperhatikan etika dan moral agar karya sesuai dengan karakter serta nilai kemanusiaan.

"Menjadi kreatif adalah ketika kita memberikan diri kita kebebasan untuk melakukan apa pun tanpa terlalu memikirkan batasan. Namun, batasannya adalah etika dan moral," katanya.

Kemenekraf Fokus Pasarkan Kekayaan Intelektual

Irene menekankan kreativitas perlu diarahkan untuk menghasilkan nilai tambah secara ekonomi maupun sosial.

Menurut dia, karya kreatif tidak hanya dinilai dari sisi estetika, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Kementerian Ekonomi Kreatif berfokus pada pengembangan dan pemasaran kekayaan intelektual nasional untuk mendorong ekonomi kreatif menjadi sumber pertumbuhan baru.

Pemerintah juga berupaya membuka lebih banyak ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan karya sekaligus mempertemukan mereka dengan pasar yang sesuai.

"Fokus kami adalah memasarkan, membuka sebanyak-banyaknya ruang dan tempat bagi orang untuk memamerkan karyanya. Kita berusaha menjodohkan pelaku kreatif dengan pasar," ujarnya.

Rindekraf Jadi Fondasi Pengembangan 21 Subsektor

Irene mengatakan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) yang mencakup 21 subsektor menjadi fondasi strategis dalam mengoptimalkan potensi kreativitas dan kekayaan intelektual Indonesia.

Penguatan proses kreatif, peningkatan nilai tambah, dan perluasan akses pasar diharapkan dapat membawa karya pelaku ekonomi kreatif Indonesia menjangkau pasar global.

Langkah tersebut juga diarahkan untuk memperluas kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026