HOME  ⁄  Ekonomi

ADB Sebut Eskalasi Konflik dan El Nino Mengancam Perekonomian Asia-Pasifik

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

ADB Sebut Eskalasi Konflik dan El Nino Mengancam Perekonomian Asia-Pasifik
Foto: (Sumber :Petani menanam padi di area genangan Waduk Saradan, Madiun, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Penyusutan debit air di waduk itu saat kemarau yang diperparah oleh fenomena el nino mengakibatkan sebagian besar area genangannya mengering dan dimanfaatkan oleh petani setempat untuk menanam padi sebagai sumber penghasilan tambahan. ANTARA FOTO/Muhammad Mada/YU.)

Pantau - Bank Pembangunan Asia (ADB) menyatakan eskalasi konflik geopolitik dan fenomena El Nino yang sangat kuat menjadi ancaman bagi perekonomian Asia dan Pasifik karena berpotensi menekan produksi pertanian serta memicu kenaikan harga energi dan pangan.

Dalam Asian Development Outlook (ADO) September 2026, ADB memproyeksikan pertumbuhan negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik melambat dari 5,5 persen pada 2025 menjadi 5 persen pada 2026 sebelum meningkat tipis menjadi 5,1 persen pada 2027.

Proyeksi pertumbuhan tersebut tercatat 0,1 poin persentase lebih tinggi dibandingkan perkiraan ADB sebelumnya pada Juli 2026.

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan perekonomian kawasan Asia-Pasifik untuk 2026 direvisi turun menjadi 4,2 persen dari 4,3 persen pada proyeksi Juli.

Konflik Berpotensi Menjaga Harga Energi Tetap Tinggi

ADB menyebut meluasnya konflik di Timur Tengah dan meningkatnya intensitas konflik Rusia-Ukraina dapat membuat harga energi global tetap tinggi dan bergejolak.

Kondisi tersebut juga berpotensi memberikan dampak terhadap harga berbagai komoditas lainnya.

ADB turut merevisi naik proyeksi inflasi untuk 2027 menjadi 3,5 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,4 persen pada Juli.

Proyeksi inflasi yang telah direvisi tetap berada di atas angka 3 persen yang tercatat pada 2025.

El Nino Diperkirakan Berlangsung hingga 2027

Laporan ADB mencatat fenomena El Nino yang sangat kuat diperkirakan terus berlangsung hingga kuartal pertama 2027.

Kondisi cuaca diperkirakan menjadi lebih kering sehingga berpotensi menurunkan hasil panen dan mengurangi produksi pembangkit listrik tenaga air.

Situasi tersebut dapat meningkatkan permintaan energi, menekan produksi pertanian, serta mendorong kenaikan harga bahan bakar dan pangan.

Presiden ADB Masato Kanda mengatakan pemerintah negara-negara di kawasan perlu mempersiapkan diri menghadapi risiko tersebut dan memberikan perlindungan kepada kelompok masyarakat paling rentan.

Menurut ADB, penguatan El Nino, krisis energi berkepanjangan, serta risiko yang kembali muncul di pasar keuangan menjadi sejumlah faktor yang perlu diantisipasi negara-negara Asia dan Pasifik.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026