HOME  ⁄  Ekonomi

Pulau Rengit Jadi Titik Temu Target PLTS 100 GWp dan Kemitraan Transisi Energi JETP

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pulau Rengit Jadi Titik Temu Target PLTS 100 GWp dan Kemitraan Transisi Energi JETP
Foto: (Sumber :Arsip - Pekerja memantau kinerja PLTS dan Battery Energy Storage System (BESS) di Pulau Rengit, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung. ANTARA/HO-PLN..)

Pantau - Pulau Rengit di Kepulauan Bangka Belitung menjadi lokasi bertemunya dua agenda transisi energi Indonesia, yakni target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dan kemitraan internasional melalui Just Energy Transition Partnership (JETP).

PLN mengembangkan Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) di Pulau Rengit sebagai ekosistem energi bersih yang mengintegrasikan PLTS, baterai penyimpan energi, turbin angin, produksi dan penyimpanan hidrogen hijau, fuel cell, serta sistem manajemen energi.

GEET yang diluncurkan pada 22 Agustus 2026 juga difungsikan sebagai ruang pembelajaran dan pengujian teknologi energi bersih untuk sistem kelistrikan pulau kecil.

Pengembangan ekosistem tersebut telah meningkatkan layanan listrik bagi masyarakat Pulau Rengit dari sebelumnya sekitar 12 jam menjadi 24 jam per hari.

PLTS Pulau Rengit Masuk Program 100 GWp

Dalam peluncuran program nasional PLTS 100 GWp pada 25 Agustus 2026, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut PLTS Pulau Rengit sebagai salah satu dari empat proyek yang terhubung dengan program tersebut.

PLTS Pulau Rengit memiliki kapasitas 0,078 megawatt peak (MWp).

Meski memiliki kapasitas relatif kecil, Pulau Rengit menjadi lokasi pengujian skala pulau untuk melihat integrasi energi surya, penyimpanan listrik, tenaga angin, dan hidrogen.

Integrasi berbagai sumber energi tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus memperluas akses listrik bagi masyarakat.

Pulau Rengit juga menjadi salah satu lokasi penerapan kerja sama Indonesia dan Jerman dalam pengembangan teknologi transisi energi bersih.

JETP Dukung Proyek Hidrogen Hijau

Kepala Departemen Asia Tenggara Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Bettina Kellersmann menyebut proyek percontohan hidrogen hijau di Pulau Rengit sebagai salah satu dari tiga area dukungan JETP.

Pernyataan tersebut disampaikan Bettina dalam dialog kebijakan bertajuk "The Trilemma of Clean Energy Transition" di Jakarta pada 22 September 2026.

Hidrogen hijau merupakan bahan bakar bersih yang diproduksi dari air dengan memanfaatkan energi terbarukan.

JETP merupakan skema kerja sama sejumlah negara maju untuk membantu negara berkembang dalam proses transisi meninggalkan penggunaan energi fosil.

Kemitraan JETP di Indonesia berjalan sejak disepakati dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali pada 2022.

Pengembangan Pulau Rengit melalui GEET menjadi salah satu penerapan teknologi energi bersih yang menggabungkan pembangkit energi terbarukan dengan teknologi penyimpanan dan hidrogen untuk mendukung sistem kelistrikan pulau kecil.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026