HOME  ⁄  Ekonomi

Berdikari Percepat Pembangunan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone, Ditargetkan Beroperasi 1 Juli 2027

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Berdikari Percepat Pembangunan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone, Ditargetkan Beroperasi 1 Juli 2027
Foto: Mentan Andi Amran Sulaiman Tinjau Langsung HAT Bone, Berdikari Pastikan Percepatan Operasional Awal Juli 2027

Pantau - PT Berdikari (Persero) mempercepat pembangunan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Kabupaten Bone yang ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Juli 2027.

Percepatan pembangunan tersebut ditegaskan setelah Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke lokasi HAT di Bone, Jumat, 25 September 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Amran didampingi Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Dirjen PKH Kementerian Pertanian RI Agung Suganda, dan Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Maryadi beserta jajaran.

Direksi ID FOOD dan PTPN I, pemerintah daerah, serta sejumlah pihak terkait juga mengikuti kunjungan tersebut.

Mentan Minta Pembangunan HAT Dipercepat

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta pembangunan kawasan HAT beserta berbagai fasilitas pendukungnya dipercepat agar manfaat program tersebut segera dirasakan masyarakat.

Menurut Amran, target pengoperasian HAT pada 1 Juli 2027 merupakan arahan Presiden Prabowo.

Ia menegaskan tidak boleh lagi terdapat hambatan dalam proses pembangunan, baik berkaitan dengan birokrasi maupun persoalan teknis.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo, HAT 1 Juli tahun depan sudah beroperasi. Ini salah satu penekanan Presiden kepada kami. Olehnya, tidak ada lagi hambatan, baik dari segi birokrasi maupun teknis," ungkap Amran.

Berdikari menjadikan arahan tersebut sebagai pijakan untuk memastikan pembangunan HAT tidak hanya menghasilkan fasilitas produksi, tetapi juga membentuk ekosistem perunggasan terintegrasi.

Ekosistem tersebut dirancang menghubungkan rantai pasok, bibit, pakan, teknologi, hingga pasar dalam satu sistem.

Peternak rakyat akan ditempatkan sebagai mitra utama sehingga industri dan peternak dapat tumbuh dalam ekosistem yang saling menguatkan.

Integrasi tersebut juga diharapkan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat rantai pasok pangan.

Pemkab Bone Siap Berikan Dukungan Penuh

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyatakan dukungannya terhadap pembangunan HAT yang dipandang berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.

Pemerintah Kabupaten Bone berharap program tersebut membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

"Pemkab Bone siap mendukung penuh. Kami ingin HAT ini segera terwujud dan memberikan manfaat bagi ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bone," kata Andi Asman.

Keberadaan HAT diharapkan memberikan manfaat terhadap penguatan ketahanan pangan, penciptaan lapangan pekerjaan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bone.

Berdikari Mulai Kerjakan Infrastruktur Dasar

PT Berdikari menerjemahkan mandat percepatan tersebut melalui pengerjaan sejumlah infrastruktur dasar untuk mendukung pembangunan kawasan HAT.

Pekerjaan awal meliputi pembangunan pagar kawasan, akses, berbagai fasilitas pendukung, hingga pengeboran sumber air.

Pembangunan infrastruktur dasar tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju pembangunan dan pengoperasian fasilitas utama HAT.

General Manager Corporate Secretary & Social Responsibility PT Berdikari (Persero), Hasbi, menegaskan perusahaan akan mengawal penyelesaian proyek sesuai target yang telah ditetapkan.

"Tentu kami dari PT Berdikari akan memastikan program ini tuntas dan Insya Allah gunting pita 1 Juli 2027. Apalagi kunjungan Pak Mentan Amran tadi menegaskan jangan lagi ada keterlambatan gara-gara hambatan birokrasi," ungkap Hasbi.

HAT dirancang agar sektor pangan bergerak dalam satu ekosistem terintegrasi sehingga nilai tambah dapat tumbuh lebih dekat dengan sumber produksinya.

Berdikari memandang keberhasilan HAT tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fasilitas, tetapi juga manfaat ekonomi yang berkembang di lingkungan sekitarnya.

Petani diharapkan memperoleh akses pasar yang lebih luas, sementara peternak mendapatkan ruang lebih besar untuk berkembang sebagai bagian dari ekosistem perunggasan.

Pengembangan kawasan tersebut juga diharapkan menciptakan berbagai peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat rantai pasok pangan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026