
Pantau - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menggagas Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan UMKM di Sulawesi Tengah untuk menyiapkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar naik kelas serta mampu menembus pasar ekspor.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui Deklarasi Perkarantinaan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan UMKM menuju Pasar Global yang dilaksanakan di Palu, Sulawesi Tengah.
Kepala Barantin Abdul Kardi Karding mengatakan gerakan tersebut mempertemukan pelaku usaha mikro dan kecil dengan pemerintah pusat serta pemerintah daerah.
"Langkah ini mempertemukan pelaku usaha mikro, usaha kecil, pemerintah pusat, daerah guna menjembatani produk-produk unggulan daerah menembus pasar global," kata Karding.
Menurut Karding, potensi komoditas yang besar belum cukup untuk membawa pelaku usaha memasuki pasar internasional.
Produk yang akan diekspor harus memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari aspek kesehatan, keamanan, ketertelusuran produk, hingga ketentuan teknis negara tujuan.
Klinik Ekspor Siapkan UMKM Penuhi Standar Global
Barantin berkolaborasi dengan Kementerian UMKM, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota untuk membantu meningkatkan kualitas produk masyarakat.
Setelah deklarasi Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan UMKM, Barantin menyiapkan penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas produk melalui klinik ekspor.
Klinik ekspor akan memberikan arahan dan pelatihan kepada pelaku usaha agar mampu memenuhi standar karantina maupun standar ekspor yang ditetapkan negara tujuan.
"Klinik ekspor dimaksudkan untuk mengarahkan atau melatih pelaku usaha memenuhi standar karantina maupun standar ekspor negara tujuan. Lalu, Kementerian UMKM mengambil peran dari sisi manajemen, pemberdayaan hingga akses permodalan," ungkap Karding.
Karding menyebut pendekatan tersebut menjadi bagian dari transformasi peran Barantin dalam mendukung perdagangan dan ekspor.
Fungsi karantina tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan biosecurity di pintu masuk dan keluar wilayah, tetapi juga pendampingan kepada pelaku usaha untuk memenuhi persyaratan perdagangan.
Pendampingan dilakukan sejak tahap produksi agar rantai ekspor dapat dibangun mulai dari tingkat produsen.
"Kami mencoba membangun rantai ekspor sejak dari tingkat produksi," ujar Karding.
Ekspor Durian Sulawesi Tengah Tembus Rp871 Miliar
Salah satu komoditas Sulawesi Tengah yang telah memasuki pasar internasional adalah produk hortikultura berupa durian beku.
Durian beku asal Sulawesi Tengah disebut telah konsisten memasuki pasar ekspor China.
Berdasarkan data Barantin hingga Agustus 2026, volume ekspor durian Sulawesi Tengah ke China mencapai 8.377 ton dengan nilai Rp871 miliar.
Barantin ingin keberhasilan tersebut diperluas agar jenis produk asal Sulawesi Tengah yang memasuki pasar global semakin beragam.
Potensi tersebut mencakup berbagai komoditas dari sektor perikanan, hewan, dan tumbuhan yang dinilai masih dapat didorong menuju pasar ekspor.
"Kami ingin produk-produk Sulawesi Tengah lebih bervariasi masuk ke pasar global. Kami melihat daerah ini memiliki beragam potensi yang bisa di genjot ke pasar ekspor, baik dari komoditas ikan, hewan dan tumbuhan," kata Karding.
- Penulis :
- Shila Glorya




