
Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membidik Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan sebagai lokasi pengembangan proyek pengolahan batu bara berkalori rendah menjadi bahan yang dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM), seperti bensin dan solar.
Wakil Menteri ESDM Yuliot mengatakan sejumlah proyek di Kalimantan Timur sudah mulai berjalan, sedangkan pemerintah turut mendorong pengembangan kegiatan serupa di Sumatera Selatan dan daerah lain yang memiliki potensi batu bara dalam jumlah besar.
“Jadi, ini ada beberapa yang di Kalimantan Timur. Itu sudah mulai, ya. Kami dorong untuk kegiatannya itu ada juga yang di Sumatera Selatan atau daerah-daerah yang potensi batu baranya cukup besar,” kata Yuliot setelah menghadiri acara ziarah di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Selasa.
Pengembangan proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memanfaatkan sumber daya dalam negeri guna meningkatkan kemandirian dan ketahanan energi nasional.
Batu Bara Diproses Menjadi Metanol untuk Campuran BBM
Yuliot sebelumnya telah melakukan peletakan batu pertama Proyek Strategis Nasional (PSN) gasifikasi batu bara menjadi metanol di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Melalui proyek tersebut, batu bara akan diproses dengan metode gasifikasi untuk menghasilkan metanol.
Metanol yang dihasilkan kemudian direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai salah satu bahan campuran BBM.
“Jadi, metanol itu kan bisa digunakan untuk pencampuran bahan bakar minyak,” ujar Yuliot.
Pengembangan pengolahan batu bara tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan sumber daya energi domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi dari luar negeri.
Prabowo Dorong Pengembangan Bensin dari Batu Bara
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pentingnya kemandirian pangan dan energi sebagai fondasi agar Indonesia mampu berdiri dengan kekuatan sendiri serta mengurangi ketergantungan terhadap negara lain.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September.
Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung pengembangan bahan bakar dari sumber daya domestik, termasuk rencana menghasilkan bensin dari batu bara.
“Sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit. Dan, kita juga nanti akan bikin juga, bensin dari batu bara,” kata Prabowo.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan kementeriannya siap menindaklanjuti arahan Presiden mengenai pengolahan batu bara menjadi bensin.
Menurut Bahlil, langkah tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan sumber energi domestik dalam rangka meningkatkan ketahanan energi nasional.
“Kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah dan arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber energi dalam negeri,” tegas Bahlil.
- Penulis :
- Shila Glorya




