HOME  ⁄  Ekonomi

Panda Kembar Kelahiran Jepang Xiao Xiao dan Lei Lei Tampil Perdana di China

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Panda Kembar Kelahiran Jepang Xiao Xiao dan Lei Lei Tampil Perdana di China
Foto: (Sumber :Ilustrasi panda raksasa kembar He Hua (kanan) dan He Ye menikmati "kue" ulang tahun spesial dan apel di Pusat Penelitian dan Penangkaran Panda Raksasa China di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, Senin (4/7/2022). Panda kembar betina dan jantan He Hua dan He Ye merayakan ulang tahun kedua mereka di Chengdu. ANTARA FOTO/Xinhua/Shen Bohan/rwa.)

Pantau - Panda raksasa kembar kelahiran Jepang, Xiao Xiao dan Lei Lei, tampil di hadapan publik untuk pertama kalinya di Provinsi Sichuan, China, Selasa (29/9/2026), sekitar delapan bulan setelah meninggalkan Kebun Binatang Ueno di Tokyo.

Panda jantan Xiao Xiao dan panda betina Lei Lei kini tinggal di Pangkalan Ya'an milik Pusat Konservasi dan Penelitian Panda Raksasa China.

Keduanya lahir di Kebun Binatang Ueno pada Juni 2021 dan dipindahkan ke China pada Januari 2026 setelah masa perjanjian peminjaman berakhir.

Kepulangan Xiao Xiao dan Lei Lei membuat Jepang untuk pertama kalinya sejak 1972 tidak memiliki panda raksasa.

Penggemar Jepang Nantikan Xiao Xiao dan Lei Lei

Perancang situs web asal Jepang Takahiro Takauji yang sebelumnya rutin mengunggah foto Xiao Xiao dan Lei Lei ketika masih berada di Ueno mengatakan ia "sangat menantikan" kembalinya kedua panda itu ke hadapan publik.

Panda raksasa biasanya mulai diperlihatkan kepada publik sekitar enam bulan setelah kembali ke China.

Seorang perempuan asal Prefektur Saitama yang kerap mengunjungi China untuk melihat panda mengaku merasa "lega" setelah mendengar Xiao Xiao dan Lei Lei kembali tampil di hadapan publik.

Sebelum kedua panda tersebut meninggalkan Jepang, ribuan penggemar memadati Kebun Binatang Ueno untuk melihat dan mengucapkan perpisahan kepada keduanya.

Kepulangan Panda Bagian dari Kesepakatan Konservasi

Pemindahan Xiao Xiao dan Lei Lei ke China merupakan bagian dari kesepakatan konservasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Panda yang dipinjamkan ke negara lain, termasuk anak yang lahir selama periode peminjaman, umumnya dikembalikan ke China setelah masa perjanjian berakhir.

Praktik pemberian dan peminjaman panda ke negara lain telah dikenal sebagai "diplomasi panda" China sejak 1941.

Peluang Jepang memperoleh pinjaman panda baru juga menjadi perhatian di tengah ketegangan diplomatik dengan China terkait pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan.

China mengklaim Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai bagian dari wilayahnya, sementara pernyataan Takaichi pada November 2025 mengenai kemungkinan respons Jepang dalam konflik Taiwan memicu keberatan Beijing.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026