
Pantau - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Program pendidikan berasrama tersebut diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Anak-anak (dari keluarga) miskin yang sudah gelap (harapannya), sekarang (di Sekolah Rakyat) ingin jadi dokter, tentara, ingin jadi polisi, ada jalannya. Jadi Sekolah Rakyat ini betul-betul jembatan emas mereka membangun harapan baru," kata Agus Jabo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Agus menjelaskan calon siswa diverifikasi langsung ke rumah untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi keluarga berdasarkan DTSEN.
Hasil verifikasi selanjutnya dibahas di tingkat kabupaten sebelum daftar calon siswa ditetapkan oleh bupati dan disampaikan kepada Menteri Sosial.
Sekolah Rakyat Ditargetkan Tampung 2.500 Siswa
Agus mengatakan kapasitas Sekolah Rakyat saat ini berkisar 1.000 hingga 1.500 siswa dengan target maksimal mencapai 2.500 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
"Jadi nanti target maksimalnya itu ke depan ini 2.500 siswa (SD, SMP, SMA). Sekarang ini masih kapasitas 1.000-1.500," ujarnya.
Selain pembelajaran formal, Sekolah Rakyat memberikan pendidikan karakter dan menyediakan fasilitas bagi siswa dari keluarga prasejahtera.
"Kalau misalnya nanti di Pekalongan ada Sekolah Rakyat, saya pikir itu sebagai salah satu hal yang luar biasa. Walaupun ini untuk orang miskin, tapi sarana-prasarananya dibuat yang sebagus mungkin," kata Agus melanjutkan.
Menurut Agus, pengentasan kemiskinan juga dilakukan dengan memperbaiki tempat tinggal dan memperkuat perekonomian keluarga siswa.
"Konsepnya, anaknya kita sekolahkan, rumah orang tuanya kita perbaiki, dan ekonominya kita bantu. Jadi ini pengentasan kemiskinan (dilakukan) secara komprehensif," ucap dia.
Pekalongan Siapkan Lahan 8,1 Hektare
Agus mengatakan pemerintah tengah mengejar pembangunan 200 Sekolah Rakyat permanen dengan jumlah yang tersedia saat ini sebanyak 158 sekolah.
"Kita sedang berjuang supaya pembangunan Sekolah Rakyat permanen di tahun ini 200. Sekarang baru ada 158. Kalau kemudian Pekalongan bisa mengejar itu, mudah-mudahan bisa ikut tahun ini," tutur Agus Jabo Priyono.
Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan Sukirman menyatakan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 8,1 hektare berstatus hak pakai di Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga menyatakan siap memenuhi persyaratan administrasi dan berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat terealisasi pada 2027.
"Sekolah Rakyat itu di Kedungwuni itu kecamatan strategis karena kecamatan kedua terbesar setelah Kajen dengan pusat pertumbuhan ekonomi yang cukup lumayan dan tingkat mobilitas warga juga sangat tinggi," ucap Sukirman.
- Penulis :
- Aditya Yohan




