HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia dan AS Perkuat Kerja Sama Hilirisasi hingga Logam Tanah Jarang

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indonesia dan AS Perkuat Kerja Sama Hilirisasi hingga Logam Tanah Jarang
Foto: (Sumber :Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melakukan pertemuan dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) di sela-sela rangkaian Pertemuan Para Menteri Perdagangan G20 (G20 Trade Ministers' Meeting/TMM) di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat, Rabu (30/9/2026). (ANTARA/HO-Kemendag).)

Pantau - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan membuka peluang kerja sama pada sektor hilirisasi, produksi bernilai tambah, logam tanah jarang hingga energi terbarukan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso membahas peluang tersebut dalam pertemuan dengan Kamar Dagang AS di sela-sela Pertemuan Para Menteri Perdagangan G20 atau G20 Trade Ministers' Meeting (TMM) di Milwaukee, Wisconsin, AS, Rabu (30/9).

Budi mengatakan Indonesia membuka peluang bagi dunia usaha AS untuk bekerja sama dalam industri hilir, produksi bernilai tambah, dan pengembangan pemasok.

"Kami melihat masih terdapat potensi besar untuk memperdalam hubungan bisnis antara Indonesia dan AS. Dalam hal ini, melalui hubungan perdagangan dan investasi yang lebih kuat, kerja sama teknologi yang lebih erat, dan rantai pasok yang lebih terintegrasi," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Indonesia Bahas Perkembangan ART

Dalam pertemuan tersebut, Budi turut membahas perkembangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan dunia usaha AS.

Budi berharap perjanjian tersebut dapat segera diimplementasikan dan dimanfaatkan oleh Indonesia maupun AS.

Kerja sama kedua negara juga diarahkan pada sejumlah sektor strategis, termasuk logam tanah jarang atau rare earths dan energi terbarukan.

Kamar Dagang AS Tawarkan Kerja Sama UMKM

Vice President and Executive Director International Policy Kamar Dagang AS Isabelle Icso menyambut positif upaya peningkatan kerja sama bisnis dengan Indonesia.

Ia menyampaikan empat fokus utama forum Business 20 (B20), yakni mengurangi kebijakan yang menghambat perdagangan, memodernisasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), membebaskan bea perdagangan digital, serta memperkuat investasi lintas batas.

Dunia usaha AS juga menawarkan kerja sama pengembangan kapasitas dan sistem pembayaran digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026