HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Diperkirakan Kembali Uji Level 6.000 di Tengah Sentimen Global dan Inflasi Domestik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Diperkirakan Kembali Uji Level 6.000 di Tengah Sentimen Global dan Inflasi Domestik
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Pengunjung mengambil gambar layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Fauzan/rwa/aa..)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan kembali menguji level psikologis 6.000 pada perdagangan Jumat (2/10/2026) di tengah pergerakan pasar global dan perkembangan indikator ekonomi domestik.

IHSG dibuka menguat 8,58 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.018,08, sedangkan indeks LQ45 naik 0,90 poin atau 0,15 persen menjadi 593,28.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan pelemahan hingga penutupan di bawah level 6.000 dapat membawa IHSG menguji rentang berikutnya.

“apabila IHSG ditutup di bawah level 6.000, maka berpotensi akan menguji level berikutnya di posisi 5.800-5.900,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Obligasi AS dan Harga Minyak Jadi Perhatian

Dari pasar global, obligasi pemerintah Amerika Serikat masih menjadi perhatian setelah pelaku pasar beralih dari aksi jual menjadi pembelian surat utang pemerintah.

Obligasi berjangka pendek yang lebih sensitif terhadap suku bunga lebih banyak diminati seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sementara tenor panjang menghadapi tekanan akibat kekhawatiran inflasi jangka panjang.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun lima basis poin menjadi 5,243 persen pada Kamis (1/10/2026).

Harga minyak Brent pada hari yang sama ditutup menguat 4,4 persen menjadi 102 dolar AS per barel di tengah kekhawatiran mengenai perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Inflasi Indonesia Capai 3,28 Persen

Dari dalam negeri, inflasi Indonesia tercatat 3,28 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada September 2026 atau meningkat dibandingkan 3,19 persen pada Agustus 2026.

Inflasi bulanan tercatat 0,30 persen, sedangkan inflasi inti berada pada level 2,84 persen secara tahunan.

Inflasi inti yang relatif terkendali dinilai menunjukkan tekanan permintaan domestik belum terlalu kuat, tetapi kenaikan harga pangan tetap perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Neraca perdagangan Indonesia juga membukukan surplus 3,55 miliar dolar AS pada Agustus 2026, meningkat dari 120 juta dolar AS pada Juli.

Ekspor tercatat 26,61 miliar dolar AS atau tumbuh 6,72 persen secara tahunan, sementara impor mencapai 23,06 miliar dolar AS atau meningkat 19,09 persen.

Bursa Asia Bergerak Variatif

Bursa saham Asia bergerak variatif pada Jumat pagi dengan Nikkei turun 0,62 persen, KOSPI melemah 0,47 persen, Shanghai menguat 0,23 persen, Hang Seng terkoreksi 2,37 persen, dan Straits Times naik 0,05 persen.

Bursa Eropa pada penutupan Kamis bergerak melemah, termasuk Euro Stoxx 50 yang turun 1,48 persen, FTSE 100 sebesar 1,68 persen, DAX 1,03 persen, dan CAC 40 sebesar 1,62 persen.

Sementara Wall Street ditutup menguat dengan S&P 500 naik 0,19 persen, Nasdaq Composite bertambah 0,04 persen, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,04 persen.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026