HOME  ⁄  Ekonomi

Bali dan Timor Leste Perkuat Kerja Sama Bisnis di Sektor Pariwisata hingga Pertanian

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Bali dan Timor Leste Perkuat Kerja Sama Bisnis di Sektor Pariwisata hingga Pertanian
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster (dua dari kanan) menghadiri Bali-Timor Leste Business Forum di Denpasar, Bali, Minggu (4/10/2026).

Pantau - Pemerintah Provinsi Bali mendorong Bali-Timor Leste Business Forum di Denpasar, Minggu (4/10/2026), menjadi momentum memperkuat hubungan dan memperluas kerja sama strategis di sektor pariwisata, pertanian, peternakan, hingga perdagangan.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan hubungan Indonesia dan Timor Leste telah terjalin sangat baik dengan didukung kedekatan geografis serta historis.

"Dengan terselenggaranya forum bisnis Bali-Timor Leste ini, ke depan saya berharap Bali dan Timor Leste dapat maju bersama, saling mendukung, dan saling menopang dalam mewujudkan kemajuan. Kami siap melanjutkan dan memperkuat hubungan baik yang telah terjalin selama ini," kata Koster dalam keterangannya di Denpasar, Minggu.

Koster berharap pertemuan tersebut menghasilkan kerja sama konkret yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus kesejahteraan masyarakat kedua wilayah.

"Kami berharap setelah pertemuan ini, Bali dan Timor Leste dapat bekerja sama mengembangkan berbagai sektor potensial, khususnya pariwisata, pertanian, peternakan, dan perdagangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ujar Koster.

Bali Tawarkan Potensi Pariwisata dan Pertanian

Koster menyebut Bali memiliki beragam komoditas unggulan seperti salak, jeruk, manggis, mangga, beras, ayam, dan babi serta terus menjaga kemurnian sapi Bali dengan melarang masuknya ternak dari luar.

Di sektor pariwisata, Bali mencatat 4,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara hingga 30 September 2026 dengan sekitar 30 ribu wisatawan berasal dari Timor Leste.

Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Republik Demokratik Timor Leste Marcos da Cruz menyampaikan forum tersebut membahas tiga pilar penting, yakni Blue Economy, Green Economy, dan Gold Economy.

"Dalam pengembangan Green Economy, Timor Leste memiliki lahan pertanian yang subur dan luas dengan berbagai komoditas, namun kami masih menghadapi tantangan kualitas sumber daya manusia, sehingga ingin belajar mengelolanya dari Bali," kata Marcos.

Timor Leste Ingin Pelajari Praktik Bisnis Bali

Dalam pengembangan Blue Economy, Timor Leste memiliki potensi stok ikan sekitar 700 ribu ton per tahun yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung perekonomian.

Melalui pilar Gold Economy, Pemerintah Timor Leste turut mengajak sejumlah pengusaha berdiskusi dan melihat langsung pengembangan bisnis di Bali untuk dipelajari serta diterapkan sesuai potensi negaranya.

"Berbagai praktik baik yang kami temukan di Bali diharapkan dapat diterapkan di Timor Leste dengan menyesuaikan peluang dan potensi yang ada," tutur Marcos.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026