HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenekraf Dorong Regenerasi Penulis Muda untuk Perkuat Ekosistem Penerbitan Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenekraf Dorong Regenerasi Penulis Muda untuk Perkuat Ekosistem Penerbitan Indonesia
Foto: (Sumber :Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong regenerasi penulis muda untuk meningkatkan industri penerbitan dalam acara Karya Raya 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (3/10/2026). ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif.)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong regenerasi penulis muda untuk memperkuat industri penerbitan nasional dengan membuka ruang bagi anak-anak agar mulai menciptakan dan mengembangkan karya sejak dini.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan penguatan ekosistem penerbitan perlu dilakukan dengan mendorong anak tidak hanya menjadi konsumen buku, tetapi juga menjadi pencipta karya.

“Dari kebiasaan menulis, menggambar, bercerita, dan berbagi gagasan sejak kecil, kita sedang membangun fondasi generasi kreatif Indonesia yang nantinya mampu menciptakan karya untuk Indonesia bahkan bagi dunia,” ujar Irene dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Menurut Irene, pengembangan talenta sejak dini dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kontribusi subsektor penerbitan terhadap ekonomi kreatif nasional.

PDB Subsektor Penerbitan Tembus Rp94,02 Triliun

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang dikutip Kemenekraf, subsektor penerbitan mencatat produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp94,02 triliun pada 2025 atau meningkat dari Rp91,42 triliun pada 2024.

Subsektor penerbitan menyumbang 5,35 persen terhadap total PDB ekonomi kreatif nasional dengan pertumbuhan sebesar 3 persen pada 2025.

Irene menilai pemberian ruang kepada anak untuk menghasilkan karya dapat memperluas basis pencipta dalam industri penerbitan.

Perkembangan tersebut terlihat dari jumlah karya anak yang dihimpun melalui Karya Raya dalam empat tahun terakhir.

Jumlah karya tercatat sebanyak 638 pada 2023, kemudian meningkat menjadi 1.081 karya pada 2024 dan 1.870 karya pada 2025.

Pada 2026, jumlah tersebut kembali bertambah menjadi 2.053 buku karya anak.

“Setiap anak berhak belajar bahwa kreativitas selalu layak tumbuh dan memiliki nilai untuk terus dikembangkan,” kata Irene.

Karya Raya Kenalkan Proses Kreatif dan Komersialisasi

Karya Raya 2026 berlangsung di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), pada 11 September hingga 2 Oktober 2026 dengan menghadirkan ruang bagi anak untuk memamerkan karya.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan workshop, storytelling, book launching, kompetisi Tell A Tale, hingga Lakukaryaku yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mempresentasikan dan menjual karya mereka.

Kemenekraf menilai pengalaman tersebut penting untuk mengenalkan proses kreatif sekaligus aspek komersialisasi sehingga anak tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga belajar mengomunikasikan dan memperkenalkannya kepada publik.

Karya Raya 2026 diinisiasi platform kreatif Bookabook bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta serta meresmikan Karya Raya Corner sebagai ruang permanen di Perpustakaan Jakarta.

Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin Diki Lukman Hakim menilai ruang yang aman dan dukungan lingkungan dapat meningkatkan kepercayaan diri serta membantu anak menemukan potensi terbaiknya.

“Semoga Karya Raya bisa menjadi tempat kreativitas dan kebaikan anak-anak yang tumbuh dan bermekaran dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah dan memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh dengan aman, percaya diri, dan bahagia,” jelas Diki.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026