
Pantau - Kantor Penelitian Makroekonomi ASEAN+3 (ASEAN+3 Macroeconomic Research Office/AMRO) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN+3 pada 2027 menjadi 4,1 persen, atau meningkat 0,1 poin persentase dari perkiraan sebelumnya.
AMRO menyebut kenaikan proyeksi tersebut ditopang ekspor yang lebih kuat serta peningkatan investasi di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mendukung aktivitas ekonomi kawasan.
Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi ASEAN+3 untuk 2026 tetap dipertahankan pada level 4,1 persen.
Investasi AI Dorong Aktivitas Ekonomi
"Siklus investasi AI mendukung berbagai aktivitas regional yang meluas, meskipun permintaan domestik masih tidak merata," kata Kepala Ekonom AMRO Dong He dalam pernyataan yang dirilis Senin (5/10/2026).
Dong He mengatakan gangguan pasokan energi dan bahan baku industri juga tidak separah yang sebelumnya dikhawatirkan sehingga tekanan terhadap sektor produksi menjadi lebih rendah.
Namun, biaya energi dan logistik yang masih tinggi terus memberikan tekanan terhadap daya beli rumah tangga dan biaya operasional dunia usaha.
Kawasan ASEAN+3 mencakup negara-negara anggota ASEAN bersama China, Jepang, dan Korea Selatan.
AMRO Soroti Sejumlah Risiko Ekonomi
AMRO menyatakan prospek pertumbuhan ASEAN+3 ke depan masih sangat sensitif terhadap permintaan yang berkaitan dengan AI karena perkembangannya dapat memperkuat ataupun memperlemah ekspor dan investasi.
Sejumlah risiko penurunan juga masih membayangi, termasuk potensi kembali terganggunya pasokan energi di Timur Tengah dan fenomena El Nino yang berlangsung lebih lama.
AMRO turut menyoroti volatilitas pasar keuangan serta kebijakan proteksionisme lebih lanjut sebagai risiko terhadap prospek pertumbuhan ekonomi kawasan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




