HOME  ⁄  Ekonomi

Harga Kedelai Naik Jadi Rp13.200 per Kilogram, Mendag Buka Peluang Subsidi untuk Perajin Tempe

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Harga Kedelai Naik Jadi Rp13.200 per Kilogram, Mendag Buka Peluang Subsidi untuk Perajin Tempe
Foto: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memberikan keterangan media di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa 6/10/2026 (sumber: ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Pantau - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membuka kemungkinan pemerintah memberikan subsidi kepada perajin tempe untuk meringankan beban akibat kenaikan harga kedelai yang kini mencapai sekitar Rp13.200 per kilogram.

Harga rata-rata nasional kedelai tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp12.000 per kilogram.

Budi mengatakan data harga kedelai itu diperiksa melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

"Harga kedelai kan sekarang, saya cek di SP2KP kan Rp13.200-an ya kalau enggak salah dari Rp12.000 kan. Tadi kami juga udah komunikasi dengan Kemenko Pangan," kata Budi.

Kementerian Perdagangan telah berkomunikasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk membahas kenaikan harga komoditas tersebut.

Subsidi Jadi Salah Satu Opsi Pemerintah

Pemerintah selanjutnya akan menggelar rapat untuk membahas langkah yang dapat ditempuh guna mengurangi beban perajin tempe akibat kenaikan harga bahan baku.

Menurut Budi, pemberian subsidi menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan karena kebijakan serupa pernah diterapkan pemerintah sebelumnya.

Namun, pemerintah hingga kini belum memutuskan apakah subsidi akan kembali diberikan kepada perajin tempe.

Keputusan mengenai bentuk bantuan masih menunggu pembahasan lebih lanjut dan arahan pimpinan.

"Kalau dulu kan pernah dikasih subsidi ya. Nanti kita tunggu arahan pimpinan, apakah subsidi atau apa. Tapi sudah komunikasi," ungkap Budi.

Pemerintah Berupaya Jaga Harga Tempe Tetap Terjangkau

Pemerintah ingin mencari solusi agar kenaikan biaya bahan baku tidak semakin membebani perajin tempe dan berujung pada kenaikan harga di tingkat konsumen.

"Kita harus bisa bagaimana meringankan para perajin tempe dan sebagainya, biar harganya murah dan terjangkau," kata Budi.

Pemerintah berharap langkah yang nantinya diambil dapat menjaga harga tempe tetap murah dan terjangkau masyarakat meskipun harga kedelai mengalami kenaikan.

Budi menjelaskan kenaikan harga kedelai tidak terlepas dari kondisi perdagangan global, termasuk perkembangan harga minyak.

Meski menghadapi pengaruh kondisi global, pemerintah akan membahas berbagai langkah untuk menjaga keberlangsungan usaha perajin tempe sekaligus menekan dampak kenaikan biaya produksi terhadap konsumen.

Pemberian subsidi hingga kini belum ditetapkan sebagai kebijakan final karena keputusan mengenai subsidi maupun bentuk bantuan lainnya masih akan dibahas dalam rapat koordinasi pemerintah.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026