HOME  ⁄  Ekonomi

Kadin Nilai ICA CEPA Buka Peluang UMKM Indonesia Perluas Ekspor ke Kanada

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kadin Nilai ICA CEPA Buka Peluang UMKM Indonesia Perluas Ekspor ke Kanada
Foto: Tangkapan layar Ketua Komite Bilateral Kadin Indonesia-Kanada Millie Lukito dalam webinar Institut Kadin Indonesia bersama APF Kanada yang diikuti di Jakarta, Selasa 6/10/2026 (sumber: ANTARA/Fitra Ashari)

Pantau - Institut Kadin Indonesia menilai perjanjian perdagangan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA) dapat menjadi momentum bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia untuk memperluas ekspor ke pasar Kanada.

Ketua Komite Bilateral Kadin Indonesia-Kanada Millie Lukito mengatakan peluang produk Indonesia untuk melakukan penetrasi ke pasar Kanada masih terbuka lebar, seiring pertumbuhan perdagangan kedua negara.

Nilai perdagangan Indonesia-Kanada sepanjang Januari-Agustus 2026 tercatat sekitar 3,5 miliar dolar AS atau tumbuh 15,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Dari Januari hingga Agustus tahun ini, perdagangan Indonesia-Kanada telah mencapai sekitar 3,5 miliar dolar AS, tumbuh sebesar 15,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Jadi, kita tentu tidak memulai dari nol," kata Millie dalam webinar Institut Kadin Indonesia bersama APF Kanada yang diikuti dari Jakarta, Selasa.

Meski perdagangan kedua negara tumbuh, nilai ekspor Indonesia ke Kanada pada Januari-Agustus 2026 baru mencapai sekitar 1,1 miliar dolar AS, sedangkan impor Indonesia dari Kanada mencapai sekitar 2,4 miliar dolar AS.

UMKM Masih Terkendala Jaringan dan Pengetahuan Pasar

Millie menilai tantangan selanjutnya bukan hanya memastikan pelaku usaha mengetahui keberadaan ICA CEPA, tetapi juga menerjemahkan kesepakatan tersebut menjadi peluang bisnis konkret.

Pelaku usaha, khususnya UMKM, membutuhkan informasi teknis dan aplikatif mengenai peluang produk di Kanada, kode Harmonized System (HS), standar dan sertifikasi, hingga akses kepada calon pembeli serta distributor.

Menurut Millie, Indonesia sebenarnya memiliki banyak UKM mapan dengan produk dan kemampuan produksi yang unggul, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam memasuki pasar Kanada.

"Kita juga memiliki banyak UKM Indonesia yang mapan dengan produk dan kemampuan produk yang unggul. Tetapi mereka belum memiliki jaringan, pengetahuan pasar, dan infrastruktur untuk memasuki pasar Kanada. Di sinilah saya percaya ICA CEPA dapat membuat perbedaan nyata," ungkap Millie.

Jaringan diaspora Indonesia di Kanada dinilai dapat menjadi salah satu jembatan bagi UKM untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut.

Diaspora dinilai memiliki pengalaman yang dapat membantu pelaku usaha dalam distribusi, logistik, pergudangan, hingga membangun hubungan dengan pembeli lokal.

Sebanyak 84,4 Persen Pelaku Usaha Belum Tahu ICA CEPA

Millie juga menyoroti rendahnya tingkat pemahaman pelaku usaha Indonesia mengenai ICA CEPA karena sebanyak 84,4 persen disebut masih belum mengetahui perjanjian tersebut.

Kondisi itu menunjukkan perlunya peningkatan sosialisasi dan pemahaman mengenai berbagai peluang yang tersedia melalui perjanjian perdagangan Indonesia-Kanada.

Di sisi lain, minat pelaku usaha Indonesia memasuki pasar Kanada dinilai cukup tinggi karena sekitar dua pertiga responden telah mampu mengidentifikasi sektor yang ingin mereka kembangkan bersama Kanada.

"Kami menciptakan kesadaran. Kami mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang benar-benar siap untuk Kanada. Kami menghubungkan mereka dengan pembeli, distributor, jaringan diaspora, dan lembaga yang tepat. Kami membantu mereka melakukan transaksi pertama yang penting itu. Dan kemudian kami mengembangkan apa yang berhasil," kata Millie.

Implementasi ICA CEPA karena itu diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, mengidentifikasi perusahaan Indonesia yang siap memasuki Kanada, serta menghubungkan mereka dengan pembeli, distributor, diaspora, dan lembaga terkait.

Dukungan juga diperlukan agar perusahaan Indonesia dapat merealisasikan transaksi pertamanya di Kanada dan mengembangkannya menjadi hubungan bisnis yang berkelanjutan.

Keberhasilan ICA CEPA Harus Terlihat dari Transaksi

Menurut Millie, keberhasilan implementasi ICA CEPA tidak cukup diukur berdasarkan jumlah seminar, webinar, misi bisnis, ataupun nota kesepahaman (MoU) yang diselenggarakan atau ditandatangani.

Keberhasilan perjanjian tersebut harus terlihat melalui peningkatan transaksi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Kanada.

Indikatornya antara lain semakin banyak perusahaan Indonesia yang mendapatkan pembeli baru di Kanada dan mampu melakukan pengiriman produk pertamanya.

Keberhasilan berikutnya dapat dilihat ketika perusahaan memperoleh pesanan kedua setelah pengiriman pertama sebagai tanda keberlanjutan hubungan perdagangan.

Selain peningkatan ekspor dan transaksi perdagangan, terciptanya investasi baru juga menjadi salah satu indikator keberhasilan implementasi ICA CEPA.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026