
Pantau - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon L.P. Napitupulu menilai rencana pemerintah menyediakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dengan bunga 6 persen dapat memperluas akses masyarakat berpendapatan menengah bawah, termasuk generasi milenial, untuk memiliki hunian tetap.
KPR bersubsidi dengan bunga 6 persen tersebut direncanakan menyasar masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp17 juta untuk pembelian rumah dengan harga hingga Rp500 juta.
“Ya, itu buat yang masyarakat menengah bawah. Jadi ada masyarakat berpenghasilan menengah atau MBR juga di peraturan menterinya ada mengenai siapa yang disebut MBR. Khusus bunga KPR subsidi yang 5 persen itu memang untuk MBR. Asas keadilannya begitu. Jadi, yang masyarakat menengah bawah ini, suku bunga kelihatannya lebih pas 6 persen. Bunga KPR 6 persen tetap dengan tenor 20 tahun itu juga sangat terjangkau sebenarnya, atau bunga KPR tetap dengan opsi tenor hingga 40 tahun juga sangat terjangkau,” ungkap Nixon.
BTN Nilai Bunga 6 Persen Masih Terjangkau
Nixon menjelaskan terdapat ketentuan dalam peraturan menteri mengenai kelompok masyarakat yang dikategorikan sebagai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Program KPR subsidi dengan bunga 5 persen secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat yang masuk kategori MBR.
Sementara bagi masyarakat berpendapatan menengah bawah, Nixon menilai tingkat bunga KPR sebesar 6 persen lebih sesuai dengan tetap memperhatikan asas keadilan.
Menurut Nixon, KPR dengan bunga tetap 6 persen dan tenor 20 tahun masih tergolong terjangkau bagi kelompok masyarakat yang menjadi sasaran.
Opsi bunga tetap dengan jangka waktu pembayaran hingga 40 tahun juga dinilai dapat meningkatkan keterjangkauan cicilan rumah.
Nixon menilai kombinasi bunga rendah dan tenor pembayaran yang panjang menjadi terobosan untuk membantu kelompok masyarakat yang selama ini masih kesulitan memiliki hunian, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.
Milenial Jadi Salah Satu Sasaran Program
Pemerintah turut melibatkan BTN dalam pembahasan rencana kebijakan KPR tersebut.
Nixon menilai kelompok masyarakat menengah bawah yang menjadi sasaran program juga mencakup anak muda dan generasi milenial.
“Itu jawaban sebenarnya kenapa pemerintah mengeluarkan kebijakan itu. Kita juga diajak diskusi. Saya juga setuju kalau masyarakat berpenghasilan menengah bawah ini. Ini segmen anak muda, milenial. Dengan adanya paket ini, maka ini akan menjangkau kelas menengah bawah untuk bisa memiliki rumah,” ujar Nixon.
Paket kebijakan tersebut diharapkan memperluas akses kepemilikan rumah bagi kelompok masyarakat menengah bawah yang belum terjangkau skema subsidi untuk MBR.
Pemerintah Siapkan Stimulus Perumahan hingga 2027
Rencana KPR bersubsidi bunga 6 persen menjadi bagian dari sejumlah stimulus ekonomi pemerintah untuk kuartal IV 2026.
Stimulus tersebut difokuskan pada pelindungan daya beli masyarakat, perluasan kesempatan kerja, dan menjaga keberlanjutan dunia usaha.
Di sektor perumahan, pemerintah juga menyiapkan perpanjangan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2027.
Fasilitas PPN DTP diberikan untuk rumah dengan harga sampai Rp2 miliar.
Pemerintah juga menyiapkan PPN DTP atas bagian harga hingga Rp2 miliar untuk rumah yang memiliki harga sampai Rp5 miliar.
Berbagai program prioritas tersebut disepakati dalam rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta pimpinan kementerian dan lembaga teknis terkait.
- Penulis :
- Arian Mesa




