
Pantau - Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tetap terjaga sebesar 146,3 miliar dolar AS, relatif stabil dibandingkan posisi akhir Agustus 2026 yang mencapai 146,5 miliar dolar AS.
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan posisi cadangan devisa tersebut dipengaruhi sejumlah penerimaan dan kewajiban pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.
"Posisi cadangan devisa September 2026 itu dipengaruhi terutama oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah BI sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi," kata Ramdan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Cadangan Devisa Lampaui Standar Internasional
Posisi cadangan devisa pada akhir September 2026 setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Jumlah tersebut berada di atas standar kecukupan internasional yang berada pada kisaran tiga bulan impor.
BI menilai posisi cadangan devisa itu mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia.
BI Optimistis Ketahanan Eksternal Tetap Terjaga
BI meyakini ketahanan sektor eksternal Indonesia ke depan tetap baik dengan ditopang posisi cadangan devisa yang memadai.
Aliran masuk modal asing juga dinilai dapat mendukung ketahanan tersebut sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar dia.
- Penulis :
- Aditya Yohan




