HOME  ⁄  Ekonomi

KCIC Catat Gangguan Layang-Layang di Jalur Whoosh Turun 65 Persen, Warga Diimbau Jaga Jarak 3 Kilometer

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

KCIC Catat Gangguan Layang-Layang di Jalur Whoosh Turun 65 Persen, Warga Diimbau Jaga Jarak 3 Kilometer
Foto: (Sumber :Arsip foto - Petugas saat melakukan evakuasi terhadap layang-layang yang menyangkut di aliran listrik pada jalur kereta cepat Whoosh di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (11/6/2026). ANTARA/Rubby Jovan/aa..)

Pantau - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat jumlah kejadian layang-layang yang tersangkut di sekitar jalur Kereta Cepat Whoosh turun sekitar 65 persen pada September 2026 menjadi 26 kejadian, dibandingkan rata-rata sekitar 75 kejadian per bulan selama Juni hingga Agustus 2026.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan penurunan tersebut menunjukkan perkembangan positif dalam upaya menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta cepat.

KCIC mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam mengurangi aktivitas bermain layang-layang di sekitar jalur Whoosh.

"KCIC mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat yang telah turut menjaga keselamatan jalur Whoosh. Penurunan jumlah kejadian ini merupakan perkembangan positif," kata Eva dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Gangguan Layang-Layang Turun dari 90 Menjadi 26 Kejadian

Berdasarkan data KCIC, jumlah kejadian layang-layang yang tersangkut di sekitar jalur Whoosh mengalami penurunan setelah sempat mencapai angka tertinggi pada Juli 2026.

Berikut jumlah kejadian yang tercatat selama empat bulan terakhir:

  • Juni 2026: 78 kejadian.
  • Juli 2026: 90 kejadian.
  • Agustus 2026: 58 kejadian.
  • September 2026: 26 kejadian.

KCIC mencatat rata-rata kejadian pada Juni hingga Agustus mencapai sekitar 75 kejadian setiap bulan.

Penurunan pada September menjadi 26 kejadian menunjukkan berkurangnya gangguan yang berpotensi membahayakan sistem kelistrikan dan operasional kereta cepat.

" Kerja sama dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga perjalanan Whoosh tetap aman, lancar, dan andal," ujar Eva.

KCIC Siagakan Lebih dari 530 Petugas Pengamanan

KCIC memperkuat langkah pencegahan dengan menyiagakan lebih dari 530 personel pengamanan di stasiun dan sepanjang jalur Whoosh.

Petugas melakukan patroli selama 24 jam untuk memantau kondisi jalur dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Pengawasan dilakukan dengan pembagian wilayah pemantauan setiap 500 meter.

Selain patroli rutin, petugas juga melakukan penanganan langsung apabila menemukan aktivitas bermain layang-layang yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta cepat.

KCIC turut berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan aparat kewilayahan untuk memperkuat pengawasan di sepanjang jalur.

Padalarang hingga Kabupaten Bandung Jadi Wilayah Rawan

Berdasarkan pemetaan KCIC, kejadian layang-layang yang tersangkut banyak ditemukan di koridor Padalarang, Cimahi, Kota Bandung, hingga Kabupaten Bandung.

Lokasi kejadian umumnya berada di sekitar permukiman dan ruang terbuka yang berdekatan dengan jalur kereta cepat.

KCIC juga menemukan bahwa aktivitas bermain layang-layang cenderung meningkat selama masa libur sekolah.

Waktu kejadian paling sering tercatat pada pukul 15.00 hingga 18.00 WIB ketika aktivitas masyarakat di ruang terbuka meningkat.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa permainan layang-layang di sekitar jalur Whoosh tidak hanya dilakukan oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa.

Karena itu, KCIC memberikan edukasi kepada berbagai kelompok masyarakat melalui sekolah, lingkungan permukiman, dan tokoh masyarakat.

Petugas juga mendatangi langsung lokasi bermain layang-layang untuk menjelaskan potensi bahaya terhadap operasional kereta cepat.

Pendekatan dilakukan secara persuasif dengan mengarahkan masyarakat agar bermain di tempat yang lebih aman dan jauh dari jalur Whoosh.

Benang Layang-Layang Bisa Ganggu Kelistrikan Whoosh

KCIC mengingatkan bahwa layang-layang maupun benangnya dapat menimbulkan risiko apabila masuk ke area jalur kereta cepat.

Gangguan dapat terjadi ketika benda tersebut tersangkut pada sistem kelistrikan atas atau Overhead Catenary System (OCS).

Benang layang-layang juga berpotensi tersangkut pada pantograf, yakni perangkat kereta yang mengambil daya listrik dari jaringan kabel atas.

Apabila ditemukan benda asing yang tersangkut, petugas harus segera melakukan penanganan untuk memastikan prasarana tetap aman.

Dalam kondisi tertentu, perjalanan kereta dapat ditahan sementara atau mengalami penyesuaian operasional sebagai bagian dari prosedur keselamatan.

KCIC Larang Aktivitas Layang-Layang dalam Radius 3 Kilometer

KCIC mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang dalam radius minimal tiga kilometer dari sisi kiri dan kanan jalur kereta cepat Whoosh.

Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas lain yang dapat membahayakan perjalanan kereta.

Apabila menemukan benda asing yang berpotensi mengganggu operasional, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas.

KCIC memastikan kegiatan patroli, pengawasan, dan edukasi akan terus dilaksanakan untuk mempertahankan penurunan jumlah gangguan.

"Kami berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan. Upaya pengawasan dan edukasi akan terus kami lakukan, namun keberhasilannya membutuhkan dukungan dan kepedulian bersama agar gangguan akibat layang-layang tidak kembali meningkat," kata Eva menambahkan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026